AI ubah wajah industri olahraga China

1 week ago 18

Xiamen (ANTARA) - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sedang mentransformasi sektor olahraga China, merombak pola tradisional dalam latihan kebugaran, pengoperasian tempat (venue), dan penyelenggaraan acara.

Latihan kebugaran berbasis AI yang dipersonalisasi menjadi tren arustama di pasar pusat kebugaran (gym) di China.

Shuhua Sports, pemasok alat kebugaran untuk Komite Olimpiade China (Chinese Olympic Committee), meluncurkan solusi gym berbasis AI untuk memenuhi permintaan latihan yang berbasis sains, kata Shi Yong, wakil presiden Shuhua Sports, kepada Xinhua.

Sistem tersebut mengumpulkan data kardiopulmoner pengguna via treadmill pintar dan mengukur kekuatan otot melalui perangkat uji digital. Umpan balik secara waktu nyata (real-time) disediakan melalui aplikasi ringan (mini-program) di ponsel, menyediakan evaluasi pra-latihan, rencana latihan yang disusun oleh AI, panduan latihan di lokasi, serta penyesuaian latihan berdasarkan performa.

"Solusi AI kami berfungsi sebagai pelatih pribadi digital dengan biaya terjangkau, yang dapat menghasilkan rencana latihan berbeda untuk setiap pengguna," ujar Shi.

"Sementara itu, pengelola tempat latihan kebugaran dapat menyesuaikan strategi mereka secara fleksibel."

Sejumlah produsen domestik menerapkan peralatan berbasis AI untuk berbagai kelompok pengguna. Impulse Fitness yang berbasis di Qingdao mengembangkan alat latihan menaiki tangga (stair climber) pintar untuk pelatihan profesional.

Ease Future yang berbasis di Hangzhou menciptakan robot pijat untuk meredakan nyeri usai berolahraga. Sementara itu, sepeda kebugaran buatan Suzhou Qiber menggabungkan aktivitas fisik dengan permainan interaktif.

AI telah menjadi bagian integral dari pengembangan dan pengelolaan harian tempat-tempat olahraga, mendorong peningkatan skala kecil di fasilitas-fasilitas olahraga umum di seluruh China.

Perusahaan pembuat kubah bertekanan udara (air dome) Metaspace menciptakan kerangka manajemen AI untuk tempat olahraga. Sistem yang digerakkan algoritma milik perusahaan tersebut dapat menyesuaikan kondisi lingkungan dalam ruangan secara real-time, mengotomatiskan pemeliharaan peralatan, serta memangkas konsumsi energi.

Platform cerdas membuat analisis arus penumpang, peningkatan layanan pelanggan, dan manajemen konsumsi dapat dilakukan.

Chen Liangfeng, engineer senior di Institut Ilmu Fisika Hefei (Hefei Institutes of Physical Science) Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), mengatakan bahwa perubahan inti untuk stadion adalah beralih dari sekadar menyewakan fasilitas menjadi mengelola aktivitas olahraga pengguna.

"Tempat olahraga yang paling kompetitif di masa depan bukanlah yang memiliki perangkat keras paling canggih, melainkan yang benar-benar memahami pelanggan," tutur Chen.

Digitalisasi yang didukung oleh AI juga membawa perubahan revolusioner ke dalam perencanaan dan pelaksanaan kompetisi olahraga.

Li Chungang, wakil direktur komite pariwisata olahraga di Asosiasi Taman Nasional dan Situs Wisata China (China Association of National Parks and Scenic Sites), mengenalkan sebuah sistem acara cerdas yang digunakan untuk lomba lari jalan raya, bersepeda, dan jelajah pandu arah (orienteering). Dilengkapi dengan modul pencatatan waktu real-time yang terdistribusi, platform digital ini memangkas biaya dan mempermudah penyelenggaraan lomba.

"Kota Tua Lijiang telah mengadopsi sistem ini untuk mendukung pencatatan kehadiran secara luring dan pemeringkatan daring secara real-time, sehingga penyelenggara dapat menggelar acara olahraga berskala kecil sepanjang tahun," ujar Li.

Cui Yixiong, lektor di Fakultas Teknik Olahraga di Universitas Olahraga Beijing (Beijing Sport University), memberikan contoh dari berbagai peristiwa global, seperti teknologi perekaman bullet-time (efek visual yang menciptakan ilusi waktu membeku) yang digunakan pada Olimpiade Paris 2024 dan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, serta iklan televisi multibahasa berbasis AI di ajang UEFA Euro 2024, untuk menunjukkan bagaimana AI digunakan dalam acara berskala besar.

Menurut Cui, turnamen olahraga dapat membangun ekosistem digital yang terus berkembang secara mandiri melalui kolaborasi lintas industri yang mendalam antara penyelenggara, penyedia teknologi, lembaga penyiaran, dan penyedia data olahraga.

Luo Jie, wakil ketua sekaligus sekretaris jenderal Federasi Peralatan Olahraga China (China Sporting Goods Federation), mengatakan bahwa AI telah merambah setiap lapisan industri olahraga China, bergeser dari arah opsional ke mesin wajib untuk meningkatkan konsumsi olahraga dan membentuk kembali lanskap olahraga domestik.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |