AHY rayakan Tahun Baru Imlek perdana di Batam

4 hours ago 1

Batam (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merayakan Tahun Baru Imlek 2577 di kawasan Nagoya, Batam, Riau.

“Ya, ini spesial sekali. Pertama kali saya turut merayakan Tahun Baru Imlek di Kota Batam, Saya bersama Wali Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam, termasuk juga Wakil Gubernur Provinsi Kepri, dan masyarakat, ribuan masyarakat berkumpul di kawasan Nagoya ini untuk merayakan sukacita saudara-saudara kita, komunitas Tionghoa yang merayakan pergantian Tahun Baru Imlek 2577,” ujarnya dalam memperingati Hari Imlek 2557/2026 di Batam, Senin.

Dia mengharapkan perayaan Imlek 2026 yang menjadi tahun kuda api dapat memberikan semangat, energi, dan kekuatan bagi seluruh masyarakat Batam untuk mempertahankan karakter sebagai kota multi kultural.

Sejak dulu, lanjutnya, Batam dikenal sebagai kota yang mempertemukan berbagai identitas suku, agama, ras, etnis, dan budaya. Mereka semua saling hidup dalam harmoni, rukun, dan toleran satu sama lain.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa Batam sebagai miniatur Indonesia yang berasaskan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga mampu selalu mengokohkan semangat persatuan.

“(Tema) yang diangkat adalah 'Harmoni Imlek Nusantara'. Dari Aceh hingga Papua, ada 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 17 ribu pulau. Mari kita satukan dalam sebuah semangat untuk Indonesia Emas,” kata dia.

Sebagai Menko IPK, dirinya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendorong serta memastikan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah benar-benar meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, konektivitas antar wilayah juga bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat di seluruh tanah air.

Dalam konteks ini, AHY menerangkan bahwa Batam merupakan salah satu motor ekonom yang harus didorong karena memiliki Free Trade Zone (FTZ).

“Batam didesain sejak awal oleh para pendirinya, termasuk Bapak Presiden B.J. Habibie ketika itu, agar Batam bisa menjadi jendela, menjadi gerbang ekonomi di kawasan Asia Tenggara maupun dunia pada akhirnya,” ungkap Menko IPK.

“Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi yang sudah baik harus terus kita kawal dan kita tingkatkan. Tetapi ingat, pada akhirnya tidak ada pertumbuhan ekonomi yang lebih penting selain pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan. Artinya, semua harus merasakan kesejahteraan,” ucap AHY.

Baca juga: AHY: Komunitas Tionghoa berperan signifikan dalam pembangunan bangsa

Baca juga: AHY: Tahun kuda api diharap bawa semangat pantang menyerah

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |