Ahli gizi: susu tak boleh diposisikan pengganti makan utama anak

12 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan bahwa susu tidak boleh diposisikan sebagai pengganti makanan utama anak.

Kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, Rita mengatakan susu memiliki kedudukan dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makan lengkap, terutama pada pagi hari, atau dijadikan makanan selingan.

“Kalaupun anak suka susu, orang tua tetap harus mengkondisikan bahwa anak harus makan lengkap ketika makan utama, misalnya siang hari makan lengkap. Tapi jangan sampai diposisikan susu menggantikan makan lengkap, tidak demikian,” kata Rita.

Baca juga: Makanan untuk memenuhi protein dan kalsium anak selain susu sapi

Rita menjelaskan bahwa susu hanya melengkapi makanan utama anak karena dari situ akan mendapatkan protein dan kalsium. Jika semuanya diganti ke susu, justru anak kemungkinan banyak mendapatkan risiko kekurangan gizi, seperti karbohidrat kompleksnya bisa kurang.

“Tidak ada seratnya dan juga keseimbangan antara karbo, protein, lemak dan mikronutrien itu enggak tercipta kalau mengonsumsi hanya berupa makanan cair saja. Dan tentunya proses pencernaan di dalam tubuh juga tidak baik kalau hanya menerima makanan cair saja,” tutur dia.

Dosen Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan itu mengatakan bahwa anak-anak tengah berada pada masa pembelajaran, penentuan atau pembentukan kebiasaan makan yang baik. Oleh karena itu, pentingnya peran orang tua mengajarkan dan melatih anak untuk pola makan yang benar.

Baca juga: Keragaman pangan berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan anak

Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama. Pendekatan yang dapat dilakukan dengan menyepakati menu bersama anak, dan memodifikasi agar sesuai selera sekaligus bernilai gizi.

“Berikanlah makan utama dulu, nanti ketika selingan apa yang masih kurang di makan utama misalnya anak kurang dapat kalsium, protein, maka susu bisa melengkapi sebagai makanan selingan bersama dengan makanan lain misalnya buah,” jelas ahli gizi lulusan Universitas Indonesia itu.

Baca juga: Kesadaran orang tua berperan dalam penerapan gizi seimbang anak

Baca juga: Kiat menyiapkan makanan bergizi sederhana untuk anak

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |