Ahli: Anak kekurangan zat besi bisa turunkan perkembangan daya pikir

5 hours ago 3

Tangerang (ANTARA) - Ahli Gizi, Siti Hanifah mengatakan banyak orang tua masih belum memahami dan menganggap kondisi kekurangan zat besi bukanlah yang penting meski dampaknya sangat besar, di antaranya menghambat perkembangan daya pikir.

"Jika dibiarkan, kekurangan zat besi pada anak dapat berpengaruh pada kognitif anak ke depannya, seperti fokus dan aktif belajar serta berpengaruh pada menurunnya kualitas hidup anak," kata Siti Hanifah dalam keterangannya di Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan saat ini satu dari tiga anak Indonesia masih mengalami kekurangan zat besi. Beberapa faktor menjadi pemicu kondisi kekurangan zat besi, seperti kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan penyerapan zat besi yang buruk.

Baca juga: Dokter: Zat besi penting untuk proses tumbuh kembang anak

Untuk itu, penting memastikan anak-anak mendapatkan asupan zat besi yang cukup melalui makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging, ikan, telur, atau sayuran hijau.

Jika diperlukan atau disarankan oleh dokter anak, susu pertumbuhan dapat menjadi salah satu sumber tambahan gizi untuk mencegah kekurangan zat besi pada anak-anak.

"Orang tua juga perlu melakukan skrining kekurangan zat besi atau konsultasi ke tenaga ahli sebagai salah satu pencegahan kekurangan zat besi pada anak," katanya.

Sementara itu, Alfamidi bekerja sama dengan SGM Eksplor memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan kekurangan zat besi kepada masyarakat dan mengenalkan metode pengecekan menggunakan "kalkulator zat besi".

Head of Brand SGM Eksplor, Anggi Septie Morika mengatakan kalkulator zat besi adalah alat interaktif digital yang dirancang untuk memberi indikasi non-medis terkait kecukupan zat besi si kecil.

"Harapannya orang tua bisa melakukan cek mandiri kecukupan zat besi si kecil secara berkala dan sedini mungkin,” kata Anggi Septie Morika

Corporate Communication Manager Alfamidi, Retriantina Marhendra menambahkan program edukasi mengenai pencegahan kekurangan zat besi pada anak ini adalah bentuk komitmen dalam mendukung kesehatan keluarga Indonesia.

Baca juga: Kiat agar suplemen zat gizi terserap baik selama kehamilan

Baca juga: Anak obesitas berisiko tinggi mengalami defisiensi zat besi

“Melalui kolaborasi bersama SGM Eksplor dalam program ini, kami berharap acara ini memberikan dampak positif bagi para orang tua dalam mengelola gizi anak-anak mereka,” ucap Retriantina.

Alfamidi dan SGM Eksplor berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa yang bermanfaat bagi keluarga Indonesia, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

"Program edukasi keluarga sehat juga akan digelar dengan beragam tema berbeda setiap bulannya sepanjang 2025 di 11 cabang Alfamidi seluruh Indonesia," katanya.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |