Jakarta (ANTARA) - Indonesia akan terus menggaungkan nilai Konferensi Asia Afrika (KAA) yang tertuang dalam Dasasila Bandung sebagai perekat solidaritas negara berkembang dan solusi konflik global.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela menjelang peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika 1955.
"Kami melihat prinsip-prinsip dalam Dasasila Bandung sebagai nilai yang kami kawal, tidak hanya secara seremonial, tetapi juga dalam misi dan pesan yang kami kedepankan," kata Nabyl dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (16/4).
Ia mengatakan diplomasi Indonesia terus mengedepankan nilai dan semangat Dasasila Bandung di berbagai forum.
Isu-isu yang sejalan dengan semangat tersebut, terutama terkait perdamaian dunia, terus disuarakan di tengah konflik global, katanya.
"Momentum ini tidak akan kami tinggalkan karena relevan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini," kata Nabyl.
Konferensi Asia Afrika diselenggarakan pada 18–24 April 1955 di Bandung, Jawa Barat.
KAA menghasilkan 10 prinsip dasar yang dikenal sebagai Dasasila Bandung, yang menjadi pijakan negara Asia dan Afrika dalam menghadapi kolonialisme.
Ke-10 prinsip tersebut adalah:
- Menghormati hak-hak dasar manusia serta asas dalam Piagam PBB
- Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa
- Mengakui persamaan semua bangsa, besar maupun kecil
- Tidak melakukan intervensi dalam persoalan dalam negeri negara lain
- Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sesuai Piagam PBB
- Tidak menggunakan pertahanan kolektif untuk kepentingan negara tertentu
- Tidak melakukan ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap negara lain
- Menyelesaikan sengketa internasional secara damai
- Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama
- Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional
Meski konferensi tersebut hanya diikuti 29 negara, nilai Dasasila Bandung mendapat dukungan luas, termasuk dari negara di Amerika Latin dan Afrika.
KAA juga menjadi cikal bakal Gerakan Non-Blok (GNB) yang dibentuk pada 1 September 1961 di Beograd oleh Yugoslavia, Indonesia, Mesir, India, dan Ghana.
Baca juga: Wamenlu ajak Indonesianis dunia gelorakan kembali Semangat Bandung
Baca juga: RI tegaskan Semangat Bandung di forum Non-Blok dan ajang 70 Tahun KAA
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































