KOTA MANADO (ANTARA) - Sebanyak 693 warga sejumlah kampung/desa di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), masih mengungsi di sejumlah tempat setelah banjir bandang menghantam wilayah tersebut pada Senin (5/1).
"Posko pengungsian saat ini berlokasi di Museum Sitaro di Kelurahan Tarorane, Gereja GMIST Bethabara Paseng di Kelurahan Paseng, Kantor Lurah Bahu, dan Gereja Advent Bahu," kata Kepala Bidang Kedaruratan badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sitaro Sonny Belseran di Manado, Rabu.
Dalam laporan situasi terkini pada Selasa (6/1), lanjut dia, pascabanjir bandang pada 5 Januari 2026 warga Kampung Bahu yang mengungsi sebanyak 261 orang, Kampung Paseng sebanyak 116 orang,dan Kampung Bumbiha sebanyak 93 orang.
Baca juga: BNPB: Sitaro darurat bencana, pascabanjir bandang tewaskan 16 warga
Selanjutnya warga Kampung Peling yang mengungsi sebanyak 63 orang, Kampung Laghaeng sebanyak 67 orang, dan warga Batusenggo mengungsi sebanyak 93 orang.
"Warga ada juga yang mengungsi ke rumah-rumah keluarga," kata Sonny Belseran.
Sonny mengatakan tim kesehatan sudah bertugas di posko pengungsian Museum Sitaro dan Gereja GMIST Bethabara Paseng.
Sementara itu ada juga tim kesehatan yang bergerak ke lokasi bencana yang sulit dijangkau dengan kendaraan, yaitu di Kampung Bumbiha, Peling, Langhaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.
Baca juga: 65 personel TNI Kodam Merdeka bantu pemulihan bencana di Pulau Siau
Dia menambahkan obat-obatan sudah disalurkan dari gudang farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sitaro dan sudah diterima obat dan logistik bantuan dari Dinkes Sulawesi Utara.
"Bantuan obat-obatan dan lainnya sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan pengobatan di lokasi bencana atau posko pengungsian," ucap Sonny.
Dalam laporan situasi terkini Selasa (6/1) pascabanjir bandang pada 5 Januari 2026 disebutkan jumlah korban meninggal sebanyak 16 orang dan tiga orang hilang.
Baca juga: BPBD ungkap 16 nama korban meninggal akibat banjir bandang Pulau Siau
Pewarta: Karel Alexander Polakitan/Stenly Gaghunting
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































