Kupang (ANTARA) - Sebanyak 45 dokter lulusan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) disumpah dan dilantik untuk menjalani pengabdian, termasuk melalui program magang dan pendayagunaan dokter di berbagai fasilitas kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Rektor I Undana Bidang Akademik Prof. Annytha I. R. Deta di Kupang, Senin, mengatakan para dokter baru harus mampu menjaga integritas dan ketahanan mental dalam menjalankan profesi, terutama ketika ditempatkan di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
"Seorang penolong atau healer harus menyembuhkan dan mendidik dirinya terlebih dahulu melalui integritas, ketahanan mental, dan kesejahteraan sendiri, agar mampu menghidupkan kehidupan kepada masyarakat. Pegang teguh prinsip ini di manapun Saudara ditempatkan," katanya.
Menurut Annytha, tantangan pelayanan kesehatan di NTT membutuhkan dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi medis, tetapi juga memiliki daya tahan, empati, dan komitmen untuk melayani masyarakat.
Baca juga: Undana terjunkan 48 tim PKM berdampak ke Sumba Tengah
Ia mengatakan Undana terus memperkuat pendidikan kedokteran untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah, termasuk menyiapkan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) melalui kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Udayana (Unud).
Dekan FKKH Undana Dr. Christina Olly Lada mengatakan 45 dokter tersebut telah melewati Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan baik sehingga dinyatakan siap memasuki tahap pengabdian.
"Pengambilan sumpah periode ke-49 ini menjadi torehan prestasi membanggakan bagi Undana karena seluruh lulusan telah berhasil melewati tahapan UKMPPD dengan baik," katanya.
Baca juga: Riset Undana harus berdampak bagi penyelesaian masalah daerahBaca juga: Prodi spesialis Undana diharapkan atasi ketimpangan dokter di NTT
Menurut Christina, dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui skema beasiswa turut membantu proses pendidikan sekaligus mempersiapkan para dokter untuk mengikuti program internsip dan pendayagunaan dokter di berbagai fasilitas kesehatan daerah.
Mewakili 45 dokter yang dilantik, Steven S. Elim mengatakan profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan ilmu, integritas, dan empati.
"Menjadi dokter bukan hanya tentang memiliki segudang pengetahuan, tetapi belajar mendengar, berempati, serta tetap rendah hati ketika ilmu yang kita punya ternyata belum mampu menjawab semua pertanyaan pasien. Kepercayaan masyarakat ini hanya dapat kita jaga dengan ilmu, integritas, dan kasih kepada sesama," ujarnya.
Ia mengingatkan para dokter baru untuk tetap mengingat perjuangan orang tua, dosen, serta tenaga kesehatan, yang mendampingi mereka selama menjalani pendidikan hingga menyelesaikan tahapan ko-asistensi.
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































