2.768 pemudik melintas melalui bandara El Tari di H-8 Idul Fitri

1 hour ago 1

Kupang (ANTARA) - Posko angkutan Lebaran Bandara El Tari Kupang, Jumat (13/3) mencatat jumlah pemudik yang melalui bandara internasional tersebut mencapai 2.768 orang.

"Jumlah ini akan terus bergerak, namun saat ini sudah mencapai 2.768 pemudik," kata General Manajer Bandara El Tari Kupang Teguh Darmawan Saima setelah pembukaan mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 1447 H/2026 mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026 di Kupang, Jumat.

Baca juga: 67.511 pemudik melintas melalui bandara El Tari selama libur Lebaran

Jika dibandingkan di periode yang sama tahun 2025, yakni H-8 Idul Fitri, jumlah pemudik yang melintas melalui bandara tersebut mencapai 2.400 orang.

"Kita awalnya prediksi di H-8 atau di hari pertama pembukaan posko ini, jumlah pemudik mencapai 2.500, namun saat ini sudah 2.700-an kemungkinan akan terus bertambah," tambah dia.

Dia mengatakan Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari telah mempersiapkan segala kemungkinan jika terjadi penumpukan pemudik di bandara itu.

Salah satunya terminal ruang tunggu yang mampu menampung pemudik hingga 5.400-an orang jika jumlah pemudik di bandara El Tari membeludak.

"Kapasitas bandara kita ini bisa menampung 2 jutaan penumpang per tahun, jadi memang sudah siap," tambah dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan tingginya arus mudik di bandara EL Tari Kupang, di H-8 Idul Fitri diduga karena sudah banyak pemudik yang memilih mudik lebih awal.

Baca juga: Pemudik di Bandara El Tari capai 3.619 orang pada H-2 Idul Fitri

Baca juga: Pengelola: 55.565 pemudik lewat Bandara El Tari saat Natal-tahun baru

Hal ini dilakukan guna menghindari membeludaknya pemudik di bandara El Tari Kupang. Anisa seorang pemudik yang hendak mudik ke pulau Jawa memilih mudik lebih awal.

"Kebetulan saya ambil cuti, jadi sudah tidak masuk kerja pekan depan dan hari ini saya berangkat lebih awal, dan menghindari banyaknya pemudik," ujarnya.

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |