11 Juta Komuter, KAI Perkuat Peran Kereta Api dalam Mobilitas Harian Antarwilayah

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pola mobilitas masyarakat Indonesia semakin melintasi batas wilayah. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 Badan Pusat Statistik mencatat sekitar 11 juta penduduk Indonesia merupakan komuter. Besarnya angka tersebut menggambarkan kebutuhan perjalanan rutin masyarakat yang semakin terhubung antara kawasan tempat tinggal dengan pusat pekerjaan, pendidikan, dan berbagai pusat aktivitas.

Perubahan pola mobilitas tersebut juga tercermin pada penggunaan transportasi berbasis rel. Sepanjang 1 Januari–31 Juli 2026, KAI Group melalui KAI Commuter melayani 242.932.764 pelanggan, meningkat 6,65% dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 227.781.787 pelanggan. Dalam 212 hari tersebut, rata-rata layanan KAI Commuter mencapai sekitar 1,15 juta pelanggan per hari.

Commuter Line Jabodetabek menjadi kontributor terbesar dengan 210.468.029 pelanggan, tumbuh 6,39% dibandingkan 197.833.176 pelanggan pada Januari–Juli 2025. Volume tersebut mencakup sekitar 86,64% dari keseluruhan pelanggan KAI Commuter selama tujuh bulan pertama 2026, memperlihatkan besarnya kebutuhan transportasi massal dalam mendukung aktivitas masyarakat di kawasan metropolitan terbesar Indonesia.

Pertumbuhan juga terlihat di luar Jabodetabek. Layanan KAI Commuter di wilayah Bandung mencapai 11.872.273 pelanggan, naik 8,55% dibandingkan 10.936.955 pelanggan. Di wilayah Surabaya, volume mencapai 10.009.552 pelanggan, tumbuh 8,15% dari 9.255.362 pelanggan. Sementara Commuter Line Yogyakarta melayani 5.630.179 pelanggan, meningkat 7,39% dibandingkan 5.242.906 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Tren serupa terlihat pada Commuter Line Basoetta yang mencatat 1.392.113 pelanggan, naik 9,85% dari 1.267.286 pelanggan. Layanan Prameks tumbuh 6,69%, dari 649.266 menjadi 692.699 pelanggan. Adapun layanan KAI Commuter di wilayah Merak mencatat 2.867.919 pelanggan, meningkat 10,44% dibandingkan 2.596.836 pelanggan pada Januari–Juli 2025.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin pentingnya transportasi massal dalam mendukung aktivitas masyarakat yang melintasi batas wilayah.

“Mobilitas masyarakat semakin melintasi batas wilayah. Bagi KAI, tren ini menegaskan pentingnya kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal di kawasan perkotaan dan aglomerasi,” ujar Anne.

Pertumbuhan di berbagai wilayah juga menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan berbasis rel berkembang dengan karakter yang berbeda. Jabodetabek memiliki skala perjalanan terbesar, sementara Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Merak, dan Basoetta mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan Jabodetabek pada periode Januari–Juli 2026.

“Pertumbuhan di berbagai wilayah menjadi dasar bagi KAI untuk terus menyesuaikan kapasitas, pola layanan, dan konektivitas dengan perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat,” kata Anne.

KAI memandang perubahan pola komuter sebagai bagian dari dinamika perkembangan kawasan perkotaan Indonesia. Semakin terhubungnya tempat tinggal dengan pusat pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi membuat transportasi berbasis rel semakin strategis untuk melayani perjalanan berkapasitas besar dan terjadwal. Melalui ekosistem KAI Group, perkembangan volume serta pola perjalanan pelanggan akan terus menjadi salah satu dasar dalam pengembangan layanan dan konektivitas antarkawasan.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |