WMO konfirmasi 2025 salah satu tahun terpanas dalam sejarah

12 hours ago 3

Jenewa (ANTARA) - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Rabu (14/1) mengonfirmasi bahwa 2025 merupakan salah satu dari tiga tahun terpanas dalam sejarah, memperpanjang rentetan catatan suhu global yang sangat tinggi.

Rata-rata suhu permukaan global pada 2025 tercatat 1,44 derajat Celsius di atas rata-rata 1850-1900, sebut analisis gabungan WMO dari delapan kumpulan data (dataset).

Dua dari dataset tersebut menempatkan 2025 sebagai tahun terpanas kedua dalam periode pencatatan selama 176 tahun, sementara enam dataset lainnya menetapkan 2025 sebagai tahun terpanas ketiga, urai WMO dalam sebuah rilis pers.

Tiga tahun terakhir, yaitu 2023, 2024, dan 2025, merupakan tiga tahun terpanas di keseluruhan delapan dataset itu. Rata-rata suhu gabungan tiga tahun untuk 2023-2025 tercatat 1,48 derajat Celsius di atas level praindustri.

"Tahun 2025 dimulai dan diakhiri dengan mendinginnya kondisi La Nina, namun tetap tercatat sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah akibat akumulasi gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer," ujar Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo.

Anak-anak mendinginkan diri di dalam air selama gelombang panas di Haarlem, Belanda, (2/7/2025). (Xinhua/Sylvia Lederer)

Saulo menambahkan bahwa tingginya suhu daratan dan laut membantu memicu berbagai peristiwa cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas, hujan lebat, dan siklon tropis yang intens, menggarisbawahi pentingnya sistem peringatan dini.

Menurut WMO, sebuah studi terpisah yang dipublikasikan dalam jurnal Advances in Atmospheric Sciences menemukan bahwa suhu laut pada 2025 juga termasuk yang tertinggi dalam sejarah, mencerminkan akumulasi panas jangka panjang dalam sistem iklim.

Sekitar 90 persen ekses panas dari pemanasan global tersimpan di laut, menjadikan panas lautan sebagai indikator krusial perubahan iklim.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |