Waspada kekerasan online, orang tua diminta melek literasi digital

1 month ago 14

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) agar lebih mewaspadai dampak negatif media sosial seperti kekerasan berbasis online yang mengancam perempuan dan anak.

"Kejahatan berbasis online saat ini tidak hanya mengancam anak-anak, tetapi juga mempengaruhi pola asuh, moralitas, dan ketahanan keluarga. Orang tua perlu meningkatkan literasi digital dan memahami aktivitas anak di ruang digital agar anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi daring," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jawa Timur.

Ia menekankan orang tua dan khususnya ibu-ibu harus meningkatkan literasi digital di keluarga.

Menurut dia, peran ibu dan keluarga sangat penting dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi anak.

"Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi keluarga, terutama dalam pengasuhan anak dan perlindungan perempuan di ruang digital. Ibu-ibu juga harus belajar menggunakan media sosial secara bijaksana karena jika tidak digunakan dengan baik, dampaknya sangat besar bagi anak-anak dan keluarga. Ibu adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Ketahanan keluarga harus kita jaga bersama," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Pihaknya mengajak Muslimat NU yang telah memiliki kontribusi besar dalam pembangunan bangsa untuk terus berkomitmen dan terlibat dalam penguatan pendidikan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberdayaan masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Baca juga: Menteri Arifah: Paparan judi online ancaman serius tumbuh kembang anak

Baca juga: Menteri Arifah dorong perempuan jadi agen perubahan di dunia digital

Baca juga: Cegah kekerasan di ranah digital, KPPPA perkuat sinergi pentahelix

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |