Warga minta truk ditambah untuk kurangi sampah di TPS Rawadas

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Warga di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, meminta pemerintah agar menambah jumlah truk pengangkut sampah.

"Kami berharapnya minimal ada dua truk pengangkut, supaya sampah bisa langsung dibawa semua dan tidak ada yang menumpuk lama," kata petugas sampah lingkungan setempat Manap di TPS Rawadas, Jakarta Timur, Selasa.

Permintaan tersebut muncul menyusul kondisi sampah yang terus menumpuk hingga mencapai ketinggian sekitar dua hingga empat meter.

Penumpukan sampah itu terjadi sejak menjelang Lebaran, dan hingga kini belum tertangani secara maksimal.

Warga mengeluhkan bau tak sedap serta kondisi lingkungan yang menjadi kurang nyaman akibat sampah yang menggunung itu.

Manap mengatakan keluhan warga terus berdatangan setiap hari. Dia juga menyebutkan keterbatasan armada pengangkut menjadi kendala utama dalam proses pembersihan tumpukan sampah itu.

"Warga pada komplain karena sampah numpuk. Kita juga tidak bisa berbuat banyak karena mobilnya terbatas," ujar Manap.

Baca juga: Belasan truk LH Jaktim bantu angkut sampah Pasar Induk Kramat Jati

Menurut dia, volume sampah di TPS Rawadas saat ini setara dengan tiga truk. Namun, baru satu truk yang datang untuk melakukan pengangkutan, sehingga masih banyak sampah yang tertinggal.

"Baru satu yang diangkut, sisanya masih nunggu. Kita juga kurang tahu kapan datang lagi dari dinas," papar Manap.

Lebih lanjut, dia menegaskan satu armada truk tidak cukup untuk mengangkut seluruh sampah yang ada, terlebih saat volume sampah meningkat seperti sekarang.

Oleh karena itu, warga berharap ada penambahan armada sehingga pengangkutan bisa dilakukan lebih cepat dan merata.

"Harus ditambah armada. Kalau tidak, menumpuk terus, kasihan warga, merasa gak nyaman," tegas Manap.

Selain mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama juga dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar.

Manap pun berharap permintaan penambahan truk itu dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga penanganan sampah di TPS Rawadas lebih optimal dan tidak terus menimbulkan keluhan masyarakat.

Baca juga: Target sepekan, LH Jaktim kerahkan 15 truk atasi sampah di Cipinang

Sebelumnya, tumpukan sampah tampak menggunung di TPS Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, akibat krisis pengangkutan sampah di lokasi sekitar, Selasa.

"Hari ini menumpuk seperti ini karena tidak ada truk yang merapat ke TPS, sehingga sampah menumpuk hingga setinggi dua sampai empat meter," kata Ketua RW 02 Pondok Kopi Ninu Hadi Purwanto di Jakarta, Selasa.

Dia menyebutkan sampah dari warga terus menumpuk tanpa bisa segera diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Selain itu, kata Hadi, penumpukan sampah juga terjadi karena aktivitas pengangkutan terhenti sementara. Petugas kebersihan terpaksa menumpuk sampah di TPS agar pelayanan kepada warga tetap berjalan.

Kendala utama terjadi di TPST Bantargebang. Sejumlah truk yang sudah terisi sampah tidak bisa langsung melakukan pembuangan, sehingga harus kembali ke dinas lingkungan hidup tanpa mengosongkan muatan.

Akibat kondisi tersebut, volume sampah di TPS Rawadas terus meningkat. Ketinggian sampah di bagian dalam TPS mencapai tiga hingga empat meter, sementara di area pinggir jalan mencapai sekitar dua meter.

Baca juga: Krisis pengangkutan, TPS Rawadas dipenuhi sampah setinggi 4 meter

Baca juga: Ini strategi Jakbar untuk atasi pembatasan sampah ke Bantar Gebang

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |