Wapres Gibran dan Deputi PM Kamboja bahas isu reformasi birokrasi-TPPO

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja Hun Many di Jakarta, Selasa, untuk membahas sejumlah isu, termasuk reformasi birokrasi dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Menurut keterangan diterima di Jakarta, Selasa, Wapres Gibran bertemu Deputi Perdana Menteri Hun Many di Istana Wakil Presiden pada hari ini membahas sejumlah agenda strategis dalam hubungan bilateral kedua negara termasuk reformasi birokrasi, kepemudaan dan olahraga serta penanganan TPPO berkaitan dengan praktik penipuan daring (online scam).

Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran mendorong agar hubungan Indonesia dan Kamboja terus dikembangkan melalui kerja sama konkret dan responsif terhadap kebutuhan kedua negara, di antaranya tentang penguatan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.

"Kerja sama antarkedua negara di bidang reformasi birokrasi tentunya bisa diperdalam lagi, terutama terkait transformasi digital. Reformasi birokrasi menjadi salah satu program prioritas Bapak Presiden," ujar Wapres Gibran.

"Karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kita ingin birokrasi yang lebih gesit, bebas korupsi, dan juga transparan," kata Wapres menambahkan.

Selain reformasi birokrasi, Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta mengungkapkan Wapres Gibran bersama Deputi Perdana Menteri Hun Many juga membahas penguatan kerja sama di bidang kepemudaan dan olahraga.

Kerja sama itu menjadi salah satu instrumen penting dalam mempererat hubungan masyarakat kedua negara sekaligus mendorong pengembangan potensi generasi muda.

"Kemudian yang kedua ada masalah kerja sama dalam bidang kepemudaan dan olahraga," ujar Anis usai pertemuan.

Salah satu perhatian dalam kerja sama olahraga adalah pengembangan olahraga disabilitas. Dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa Hun Many memiliki perhatian besar terhadap pengembangan olahraga disabilitas, termasuk peningkatan kapasitas atlet Kamboja.

Dalam pembahasan tersebut, Kamboja menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kapabilitas atletnya melalui fasilitas olahraga yang telah terbangun di Kota Solo.

Fasilitas tersebut dinilai memiliki kualitas sangat baik dan berpotensi menjadi ruang kerja sama olahraga antara Indonesia dan Kamboja.

"Deputy Prime Minister ingin sekali supaya mereka bisa mendapat kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya di fasilitas yang ada di Solo yang sudah terbangun. Salah satu terbaik yang ada di Asia Tenggara," kata Erick.

Agenda lainnya yang dibahas Wapres Gibran dan Hun Many adalah penanganan TPPO terkait praktik penipuan daring di Kamboja.

Isu tersebut menjadi bagian dari kerja sama yang terus berlanjut antara Indonesia dan Kamboja, terutama dalam upaya memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Wapres Gibran terus mendorong penguatan hubungan Indonesia dan Kamboja melalui kerja sama yang konkret, saling menguntungkan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Wapres berharap penguatan reformasi birokrasi, pengembangan kepemudaan dan olahraga, serta perlindungan WNI menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan Indonesia-Kamboja sekaligus memperkokoh kerja sama di kawasan ASEAN.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri terima kunjungan Deputi PM Kamboja Hun Many

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |