Depok (ANTARA) - Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) mengembangkan Tofly, platform persiapan TOEFL ITP berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Dulu kami harus les atau membeli buku tebal untuk belajar TOEFL. Prosesnya terasa membosankan dan tidak memberikan umpan balik yang benar-benar sesuai dengan kelemahan masing-masing,” ujar Farrel Reksa dalam keterangannya, Selasa.
Farrel mengatakan pengalaman tersebut mendorong dirinya bersama tim untuk memanfaatkan teknologi informasi dan perkembangan AI guna membangun platform belajar yang lebih personal, praktis, dan terjangkau.
Tofly dikembangkan oleh mahasiswa Fasilkom UI angkatan 2023, yakni Farrel Reksa sebagai Chief Executive Officer (CEO), Yahya Ayyas sebagai Chief Technology Officer (CTO), Asyer Samuel sebagai Chief Information Officer (CIO), dan Hubban Syadid sebagai Chief Marketing Officer (CMO).
Baca juga: Simak perbedaan TOEFLdanIELTS berikut ini
Dalam pengembangan produk dan bisnis, tim Tofly mendapat pendampingan dari dosen Fasilkom UI Dr. Panca Hadi Putra yang memberikan arahan terkait penyempurnaan strategi bisnis, pengembangan produk, serta pemanfaatan teknologi AI.
Gagasan pengembangan Tofly berangkat dari kondisi pembelajaran TOEFL yang selama ini masih banyak mengandalkan buku latihan, kursus berbiaya tinggi, dan minim umpan balik yang sesuai kebutuhan pengguna.
Melalui pemanfaatan teknologi AI, platform tersebut dirancang untuk menganalisis hasil belajar pengguna, mengidentifikasi kelemahan pada setiap bagian tes, serta memberikan rekomendasi latihan dan pembelajaran yang disesuaikan.
Pendekatan tersebut memungkinkan pengguna memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif sesuai kemampuan dan target skor masing-masing.
Baca juga: Ingin tes TOEFL? Ini 5 rekomendasi lembaga yang bisa menjadi pilihan
Tofly memiliki empat fitur utama dengan materi yang disusun mengikuti format TOEFL ITP. Fitur tersebut mencakup personalisasi berbasis AI untuk latihan tata bahasa dan pembahasan interaktif melalui percakapan.
Selain itu, tersedia ekosistem pembelajaran berupa lokakarya mingguan gratis dan materi Video on Demand, sistem evaluasi melalui Weekly Try Out dan Progress Tracking, serta fitur gamifikasi Daily Streak dan Progress Badge untuk membantu konsistensi belajar.
Pada 2026, Tofly menjadi penerima pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Baca juga: Daftar 7 beasiswa pendidikan S1-S3 di Jepang, ada tanpa tes TOEFL
Tofly juga meraih penghargaan Best Pitch pada Bandung Startup Pitching Day, ajang yang mempertemukan perusahaan rintisan inovatif dengan mentor, investor, dan pelaku industri.
Farrel mengatakan pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa UI menghadirkan inovasi berbasis riset dan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pengembangan Tofly, pemanfaatan AI diharapkan dapat mendukung pembelajaran bahasa Inggris sekaligus memperluas akses terhadap peluang pendidikan dan karier.
Baca juga: MK tegaskan syarat TOEFL di tes kerja bukan diskriminasi
Baca juga: Syarat TOEFL pada tes instansi pemerintah-swasta dinilai diskriminatif
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































