Wamentan lapor Presiden tentang rata-rata harga gabah Rp6.500

1 week ago 7
Harga gabah kering panen yang dibeli dari petani adalah Rp6.500. Saya siap keluarkan PP. Saya tidak main-main. Ini adalah masalah kebangsaan. Pengusaha harus untung, tetapi tidak bisa untung seenaknya. Semua pihak harus menang. Produsen, petani, peng

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto tentang rata-rata nasional harga pembelian gabah dari tingkat petani sudah mencapai Rp6.500 sebagaimana harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya jawab ke beliau (Presiden, red.) sekarang ini harganya rata-rata nasional sudah Rp6.500. Jadi, sudah cross the line (sesuai batas, red.) begitu,” kata Sudaryono menjawab pertanyaan wartawan hasil pembicaraannya dengan Presiden saat acara makan siang bersama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Presiden Prabowo pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB memanggil sejumlah menteri dan pejabat negara untuk santap siang bersama di Istana. Dalam pertemuan itu, Sudaryono melaporkan serapan gabah nasional, berikut harga gabah yang dibeli dari tingkat petani.

Presiden Prabowo, dalam beberapa kesempatan, menginstruksikan menteri-menterinya untuk memastikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) Rp6.500 sehingga tidak ada lagi pengusaha penggilingan padi yang membeli gabah petani di bawah harga tersebut.

Bagi Presiden, petani sebagai produsen utama pangan harus sejahtera sehingga ketentuan HPP gabah Rp6.500 mutlak dipatuhi seluruh pihak.

Baca juga: Pemerintah serap 190.884 ton beras gunakan harga baru per 18 Februari

“Harga gabah kering panen yang dibeli dari petani adalah Rp6.500. Saya siap keluarkan PP. Saya tidak main-main. Ini adalah masalah kebangsaan. Pengusaha harus untung, tetapi tidak bisa untung seenaknya. Semua pihak harus menang. Produsen, petani, pengusaha dan konsumen,” kata Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta (3/2).

Dalam kesempatan yang sama di Kementerian Pertanian itu, Presiden juga memperingatkan pengusaha-pengusaha yang tidak mau tunduk dengan kebijakan pemerintah untuk menutup usahanya.

“Kalau tidak mau, ya sudah, tutup saja, tidak usah bikin penggilingan padi. Saya ambil alih. Negara akan ambil alih penggilingan padi. Saya katakan ini masalah hidup dan mati. Ini masalah survival,” kata Presiden.

Presiden juga memerintahkan Polri dan TNI membantu kepala Dinas Pertanian se-Indonesia mengawasi pengusaha penggilingan padi agar mereka tunduk kepada kebijakan pemerintah agar membeli gabah dari petani seharga Rp6.500 per kilogram.

“Di sini ada kepala Dinas Pertanian seluruh Indonesia, ada Dandim (komandan distrik militer), ada Kepolisian. Nanti, saya minta dibantu di daerah-daerah untuk mengawasi penggilingan-penggilingan padi itu,” kata Presiden Prabowo saat acara di Kementerian Pertanian (3/2/2025).

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |