Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan bahwa kehadiran ekosistem media massa yang sehat penting bagi upaya pelindungan hak asasi manusia (HAM).
Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi pada Kamis, dia menyampaikan bahwa jurnalis sejak lama dipandang sebagai bagian dari pembela HAM karena perannya dalam mengungkap pelanggaran HAM serta mengawasi jalannya kekuasaan.
"Wartawan melaporkan pelanggaran HAM, menjadi watchdog terhadap kekuasaan, dan mendorong advokasi bagi masyarakat yang menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia," katanya.
Namun, perubahan lanskap media massa seiring dengan perkembangan teknologi digital dan media sosial membuat peran itu bisa dijalankan oleh lebih banyak anggota masyarakat, bukan hanya jurnalis.
"Jika dahulu media mainstream membentuk opini publik, sekarang media sosial juga membangun persepsi," kata Nezar.
Tetapi, informasi-informasi yang dibagikan melalui platform media sosial tidak selalu akurat dan benar karena tidak melalui proses verifikasi.
"Dalam situasi ini, apa yang salah bisa tampak benar dan apa yang hitam bisa terlihat putih," kata Nezar.
Ia menyampaikan bahwa dalam kondisi seperti ini, peran jurnalisme berkualitas yang berpegang pada prinsip verifikasi untuk memastikan kebenaran dan akurasi informasi yang disampaikan kepada publik menjadi semakin penting.
Baca juga: Pemerintah upayakan masyarakat dapat informasi publik akurat
Nezar mengatakan, kolaborasi antara pelaku industri media massa dan pemangku kepentingan di bidang HAM akan memperkuat ekosistem informasi yang sehat, yang mendukung pelaksanaan demokrasi dan pelindungan HAM.
"Melalui program kolaborasi antara media dan agenda pembangunan HAM ini, saya berharap tercipta ekosistem media yang sehat sehingga arus informasi di ruang publik dapat mendukung demokrasi, melindungi hak asasi manusia, serta memperkuat peradaban Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan," ia menjelaskan.
Baca juga: Ketua DKPP: Kritik media massa vitamin yang menyehatkan
Baca juga: Menkomdigi minta media massa jaga integritas, independensi, dan etika
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































