Wamenhan beri penguatan pertahanan negara bagi ASN

3 hours ago 2

Makassar (ANTARA) - Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, memberikan penguatan pertahanan negara bagi aparatur sipil negara (ASN) Lingkup Pemprov Sulawesi Selatan pada kegiatan Ramadan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu.

Ia di Makassar, menegaskan pentingnya pembekalan wawasan kebangsaan dan semangat bela negara bagi ASN sebagai bagian dari sistem pertahanan.

“Retreat yang selama satu minggu ini dengan berbagai kegiatan saya rasa bisa meningkatkan kemampuan para ASN tersebut," ujarnya di hadapan ratusan ASN.

"Mereka di-charge lagi, yang tadinya sudah mulai luntur kemudian diberikan kembali pemahaman, sehingga mereka akan bekerja lebih baik dan nasionalisme mereka akan bangkit kembali,” lanjut dia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, atas inisiatif pembekalan tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung.

“Kalau saya lihat, mereka sangat antusias. ASN harus menyelesaikan tugasnya dengan baik. Saya sampaikan, modal pertahanan kita adalah persatuan,” tegasnya.

Sementara itu, dia menyampaikan materi pertahanan negara dan wawasan kebangsaan menjadi penguatan penting bagi seluruh ASN.

Menurut dia, pertahanan negara bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk aparatur sipil negara dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan waktu yang diberikan untuk berbagi ilmu dan pengalaman berharga kepada seluruh peserta Ramadan Leadership Camp. Semoga penguatan ini semakin meneguhkan semangat pengabdian untuk Indonesia yang lebih maju dan berdaulat,” katanya.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman, menyerahkan cendramata kepada Wamenhan, Donny Ermawan, pada kegiatan Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulsel, Minggu,(22/2/2026).ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel. ANTARA

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |