Wamenekraf dukung penguatan ekosistem sulih suara membentuk asosiasi

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendukung penguatan ekosistem voiceover (sulih suara) nasional dengan membentuk asosiasi.

Menurut Wamenekraf Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, talenta sulih suara didukung untuk membentuk asosiasi sehingga terus mengalami pengembangan dan peningkatan talenta yang siap berkarya secara produktif.

"Pembentukan asosiasi sulih suara akan berhadapan langsung dengan pasar sehingga bisa membantu untuk membentuk pasar yang menjadikan talenta sulih suara lebih dianggap, karena apresiasi terhadap voiceover masih jarang," kata Wamen Ekraf Irene, dalam keterangan resminya yang diterima, Jumat.

Baca juga: Pemerintah sebut sulih suara dan penerjemah berpeluang dikembangkan

Wamenekraf Irene membahas peluang kolaborasi berkelanjutan dalam menguatkan ekosistem sulih suara nasional dengan mengadakan pertemuan bersama Voice Institute Indonesia (VII).

Kerja sama dengan Voice Institute Indonesia, lanjut Wamenekraf Irene, bertujuan untuk mendorong aktor suara pemula sampai ahli bisa mendapat wadah berbagi pengetahuan dan pelatihan sehingga bisa terus kolaborasi ke depan.

Wamenekraf Irene juga menyoroti bahwa pengembangan talenta tidak hanya sebatas pembentukan asosiasi semata, tapi, juga dengan sertifikasi profesi hingga perluasan akses pasar nasional dan global.

Pertemuan juga membahas tantangan dalam industri sulih suara, termasuk persaingan dengan Artificial Intelligence (AI) sampai pentingnya otentisitas personal dari tiap sulih suara.

Kemenekraf turut mengapresiasi inisiatif institut tersebut membangun komunitas aktif di berbagai daerah, yang kini telah menjangkau lebih dari 45.847 penyuka sulih suara di berbagai provinsi. Kemenekraf melihat perlu ekosistem yang tertata mulai dari standar kompetensi talenta hingga akses ke pasar agar para pejuang sulih suara bisa naik kelas dan berdaya saing.

"Kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi menjadi kunci penguatan ekosistem yang menghidupkan ruang bagi talenta di daerah untuk terhubung langsung dengan kebutuhan industri," kata Irene.

Kemenekraf dan Voice Institute Indonesia pernah berkolaborasi mengadakan Road to Wonder Voice of Indonesia 2025 di beberapa kota, yang mendapatkan pendaftaran lebih dari 7.200.

Pendiri Voice Institute Indonesia Bimo Kusumo Yudho menilai asosiasi sulih suara bersifat penting untuk peningkatan kapabilitas talenta, advokasi hukum, dan dukungan-dukungan lain yang diberikan negara.

Baca juga: Kemenparekraf-Voice Institute hadirkan Wonder Voice of Indonesia 2024

Baca juga: YouTube sediakan fitur sulih suara multibahasa bagi kreator konten

Baca juga: Menjaring talenta suara muda via WVI 2025

Baca juga: Jadi pengisi suara harus punya suara unik? Ini kata Bimo Kusumo

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |