Realisasi pendanaan JETP capai 3,4 miliar dolar AS hingga Januari 2026

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, realisasi pendanaan transisi energi lewat Just Energy Transition Partnership (JETP) mencapai 3,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp57,4 triliun hingga Januari 2026.

Dana yang dikucurkan tersebut berasal dari total komitmen pendanaan yang disepakati sebesar 21,8 miliar dolar AS atau Rp368 triliun.

Sebagaimana diketahui, komitmen pendanaan JETP untuk transisi energi Indonesia ditambah 400 juta dolar AS. Oleh karena itu, total komitmen pendanaan naik dari yang sebelumnya 21,4 miliar dolar AS menjadi 21,8 miliar dolar AS.

“Hal ini mencerminkan kemajuan nyata dari komitmen yang telah disepakati bersama mitra internasional,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Selain itu, Pemerintah Indonesia dan Jerman sepakat untuk memasukkan dua proyek baru, yakni Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF) untuk mendapatkan pendanaan lewat skema JETP.

Program GECS difokuskan pada penguatan infrastruktur transmisi listrik guna mendukung integrasi energi terbarukan skala besar, sementara GBDF bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan hijau melalui pengembangan pasar obligasi hijau, sosial, dan berkelanjutan di Indonesia.

“Kedua program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman, yang mencerminkan kemitraan strategis yang kuat serta kepercayaan bersama dalam mendorong transisi energi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program GECS memperoleh dukungan pembiayaan pinjaman konsesional senilai 300 juta euro melalui kerja sama antara PT PLN (Persero) dan KfW Development Bank. Airlangga memandang program ini penting mengingat Sulawesi Tengah berkembang sebagai pusat pertumbuhan utama industri, termasuk kawasan pengolahan nikel dan mineral, smelter, serta ekosistem industri kendaraan listrik.

Sementara itu, GBDF merupakan kemitraan berbasis hibah antara KfW Development Bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Program ini berperan penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan hijau Indonesia melalui pengembangan pasar obligasi hijau dan berkelanjutan, peningkatan kualitas dan kredibilitas penerbitan, serta penguatan kesadaran dan infrastruktur pasar untuk memperluas permintaan dan pasokan investasi berkelanjutan.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atas penyelesaian perjanjian pinjaman dan hibah yang memastikan kredibilitas dan keberlanjutan pembiayaan proyek JETP.

Pemerintah turut menghargai dukungan Jerman serta kontribusi berkelanjutan dari seluruh mitra dalam International Partners Group (IPG) yang dipimpin bersama oleh Jerman dan Jepang.

“Semoga kerja sama ini terus menghasilkan proyek-proyek nyata yang memperkuat sistem energi Indonesia, memobilisasi investasi hijau, serta mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. Percepatan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar ketersediaan pembiayaan JETP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai target net zero emission paling lambat tahun 2060,” tutup dia.

Baca juga: Airlangga sebut pendanaan JETP naik 400 juta dolar AS

Baca juga: Pemerintah: 3,1 miliar dolar AS dari komitmen awal JETP siap digunakan

Baca juga: Dana tambahan dari tarif royalti minerba cukup untuk JETP

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |