Wamendag dorong mahasiswa tingkatkan rasio kewirausahaan Indonesia

4 hours ago 1
Maka masih banyak yang harus kita upayakan agar rasio entrepreneur Indonesia terus meningkat,

Surabaya (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mendorong mahasiswa meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia melalui pendidikan dan penguatan jiwa entrepreneurship guna mengejar ketertinggalan dibanding negara lain serta memperluas kontribusi generasi muda bagi ekonomi nasional.

“Maka masih banyak yang harus kita upayakan agar rasio entrepreneur Indonesia terus meningkat,” ujarnya di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Rabu.

Dyah menyebut, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,29 persen dari total angkatan kerja atau sekitar 4,9 juta entrepreneur. Angka itu masih di bawah Malaysia 4,74 persen, Singapura 8,76 persen, dan Amerika Serikat 12 persen.

Menurutnya, entrepreneurship memiliki beragam bentuk, mulai dari investor waralaba hingga pencipta bisnis baru berbasis ide dan passion. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum refleksi diri dalam menentukan arah hidup dan kontribusi bagi bangsa.

Baca juga: Wamen UMKM: Penguatan kewirausahaan kunci hadapi puncak demografi 2030

Use this moment as a self reflection moment for you. Tentukan apa yang ingin kalian lakukan, capai, dan perubahan apa yang ingin kalian hadirkan untuk Indonesia,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki tiga program utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar luar negeri, serta mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ekspor dari lokal ke global.

Program business matching telah mempertemukan ratusan UMKM dengan ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, IKEA, hingga Metro Department Store.

“Kami ingin memastikan pemerintah hadir untuk membantu dan memfasilitasi pelaku usaha agar bisa berkembang,” katanya.

Baca juga: Kementerian UMKM: Rasio kewirausahaan 2029 ditarget capai 3,6 persen

Selain itu, Kemendag juga memperkuat akses pasar internasional melalui berbagai perjanjian dagang seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), kerja sama dengan Kanada, hingga Eurasia.

Program Campus Preneur juga disiapkan untuk membuka kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelatihan ekspor, seminar, dan coaching bisnis internasional yang didukung Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa berjalan baik, karena untuk membuat Indonesia lebih maju kita harus bekerja sama lintas sektor,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Ciputra (UC) Surabaya Prof. Dr. Wirawan Endro Dwi Radianto menegaskan, pentingnya membangun karakter kewirausahaan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berani mengambil peluang.

Baca juga: Kemenkum catat 448 PT kewirausahaan sosial terdaftar di Ditjen AHU

“Entrepreneur bukan hanya tentang membuka usaha, tetapi pola pikir untuk melihat masalah sebagai peluang, berani mengambil langkah, dan menciptakan nilai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, UC sebagai kampus berbasis entrepreneurship menerapkan pendidikan berbasis praktik, experiential learning, dan business incubation.

Dari total lulusan, sekitar 63 persen memilih jalur entrepreneurship, selain menjadi profesional dan penerus bisnis keluarga.

Wirawan juga menyambut positif program Campus Preneur yang dinilai dapat membuka akses jejaring bisnis global bagi mahasiswa.

Baca juga: Puluhan warga binaan Lapas Karang Intan jalani kuliah kewirausahaan

“Sebagai kampus berbasis entrepreneur, kami sangat merespons positif program ini. Ini menjadi jembatan bagi mahasiswa kami untuk go international dan go global, termasuk mendapatkan pelatihan, coaching, dan peluang ekspor dari kementerian,” katanya.

Kegiatan studium generale bertema Young Entrepreneurs: Challenges and Opportunities tersebut juga menghadirkan Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Djoko Kurniawan serta akademisi entrepreneurship Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring.

Menurut Wirawan, dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk memulai usaha di tengah ketidakpastian global.

“Mahasiswa masih dalam tahap belajar sehingga kadang ada rasa takut. Tetapi dengan adanya dukungan kementerian, saya percaya mereka akan lebih percaya diri untuk berkembang,” ujarnya.

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |