Wamen ESDM: PSEL Legok Nangka percepat solusi sampah jadi energi

1 week ago 5

Kabupaten Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung menyatakan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, mempercepat penanganan sampah perkotaan sekaligus menghasilkan energi bersih.

Menurut Yuliot, dimulainya pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi tonggak penting dalam pengolahan sampah perkotaan untuk mengatasi krisis penumpukan sampah harian sekaligus menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Dan untuk menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat serta mewujudkan transformasi energi sebagai energi baru dan terbarukan dari pengolahan sampah," kata Wamen ESDM dalam Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka Dan Penandatanganan Kerjasama Pengembangan Waste to Energy Jawa Barat di Kabupaten Bandung, Rabu.

Ia menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penyelesaian persoalan sampah perkotaan secara menyeluruh sebelum 2029 melalui pengelolaan hulu dan hilir dengan menjadikan sampah sebagai sumber energi nasional.

Yuliot menjelaskan Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena timbulan sampah pada 2025 mencapai 56,6 juta ton, sementara sebagian besar masih menjadi timbunan yang belum tertangani optimal.

Sebanyak 63,3 persen sampah telah terkelola melalui tempat pembuangan akhir (TPA), bank sampah, dan fasilitas pengolahan, sedangkan 35,7 persen atau sekitar 20,2 juta ton masih belum tertangani secara memadai.

Ia mengatakan sampah yang tidak terkelola kerap dibakar terbuka, dibuang ke sungai, atau menjadi timbunan liar, sementara banyak TPA mengalami kelebihan kapasitas dengan sistem penumpukan terbuka.

Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah memperkuat pengembangan pengolahan sampah menjadi energi melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 serta menyiapkan kemudahan perizinan dan pengembangan PSEL dalam RUPTL nasional.

Baca juga: Bakom: Efek ganda PSEL buat sampah terurai & ciptakan lapangan kerja

Baca juga: Danantara tetapkan mitra PSEL Bekasi targetkan desain tuntas 2026

PSEL Legok Nangka dirancang berkapasitas 40,79 megawatt dengan kemampuan mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari serta investasi mencapai 400 juta dolar Amerika Serikat atau Rp7,2 triliun.

Selama masa konstruksi lebih dari 41 bulan, proyek diperkirakan menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja, mengurangi emisi 311.000 ton CO2 ekuivalen, dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2029.

Yuliot berharap PSEL Legok Nangka menjadi model pengembangan pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan demi lingkungan bersih dan ketahanan energi nasional.

"Semoga dengan adanya groundbreaking ini kita memulai itu pelaksanaan kegiatan, dan untuk pelaksanaan kegiatan ini secara terukur dan dapat kita lakukan fasilitasi secara bersama. Dan juga kalau ada kendala-kendala kita solusikan sehingga proyek ini dapat berjalan dengan baik," ucap Wamen ESDM.

Yuliot juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta seluruh jajaran atas dukungan dan komitmen mempercepat pembangunan PSEL Legok Nangka sebagai solusi pengelolaan sampah serta penyedia energi berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi PT Jabar Environmental Solutions (JES) yang berinisiatif mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik menggunakan teknologi ramah lingkungan serta menjadi pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

"Tidak lupa juga kami memberikan penghargaan kepada pemerintah Jepang yang telah mendorong perusahaan Jepang untuk melakukan investasi di bidang waste to energy," ucap Yuliot.

Menurut Yuliot, kolaborasi Indonesia dan Jepang tersebut memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kerja sama internasional sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat global secara berkelanjutan.

"Groundbreaking hari ini bukan sekedar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," katanya.

"PSEL Legok Nangka diharapkan dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang dapat direplikasi di berbagai daerah," tambah Yuliot.

Baca juga: PLN siapkan kontrak jual beli listrik 30 tahun untuk akselerasi PSEL

Baca juga: OASA garap PSEL Lampung Raya dukung proyek "waste to energy" nasional

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |