UPS Badan Air Kembangan Jakbar bikin perahu hias dari botol plastik

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Petugas Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, membuat perahu hias dari 1.000 galon bekas dan sampah botol plastik dalam rangka Festival Cinta Lingkungan (Cilung) pada Oktober 2026 mendatang.

Perahu hias yang tengah dikerjakan itu mengusung tema burung merak dengan bagian badan menggunakan material barang bekas dan sebagian besar ornamen perahu menggunakan sampah berupa botol plastik bekas dan galon kemasan.

Petugas UPS Badan Air Kecamatan Kembangan, Luffih di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pembuatan perahu hias dimulai sejak sekitar satu bulan lalu.

“Kalau untuk target pembuatan mudah-mudahan akhir bulan ini selesai. Pengerjaan saat ini hampir 70 persen,” katanya.

Burung merak dipilih karena dinilai memiliki filosofi keindahan dan keberagaman warna. Filosofi tersebut kemudian dituangkan dalam desain perahu hias yang sedang dikerjakan.

“Burung merak itu filosofinya yang saya lihat indah, penuh banyak warna. Menggambarkan keindahan warna,” ujar Luffih.

Ia menyebut, material utama yang digunakan untuk membuat ornamen perahu berasal dari galon kemasan dan botol bekas ukuran besar maupun 600 mililiter.

Baca juga: UPS Badan Air Cakung buat sawah apung di Waduk Perum Aneka Elok

“Hingga saat ini hampir 1.000 galon dan botol bekas telah digunakan. Masih bisa bertambah karena satu galon dapat digunakan untuk membuat beberapa bagian pola bulu burung merak,” katanya.

Luffih mengungkapkan, material bekas tersebut dikumpulkan dari berbagai titik lokasi tempat para petugas bekerja. Galon dan botol yang sudah tidak digunakan kemudian dibersihkan sebelum dimanfaatkan sebagai bagian dari ornamen perahu.

Selain galon dan botol plastik, pihaknya juga memanfaatkan material bekas lainnya, seperti kabel bekas jaringan optik yang dibuang dari proyek.

“Botol-botol begini enggak mungkin juga saya beli. Sampai sekarang masih nyari. Mungkin solusinya minta juga sama warga, sama teman-teman yang ada di rumah,” katanya.

Kendati terkendala material, proses pengerjaan terus dilakukan secara gotong royong oleh para petugas UPS Badan Air Kecamatan Kembangan. Seluruh proses pembuatan perahu hias tersebut dikerjakan oleh petugas.

Luffih menambahkan, untuk penggerak perahu nantinya akan menggunakan mesin seperti yang biasa digunakan pada kapal penyisiran sampah. “Mesinnya itu kayak mesin motor boat. Karena mesin kapal itu buat penyisiran sampah,” ujarnya.

Baca juga: UPS Badan Air sulap botol plastik bekas menjadi perahu

Baca juga: Ini rencana DKI hentikan kiriman sampah badan air ke TPST Bantargebang

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |