Tapanuli Selatan- Sumatera Uta (ANTARA) - Warga di kawasan Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, bergotong royong untuk memperbaiki Masjid Al-Ikhsan yang rusak akibat hantaman bencana banjir bandang Sumatera pada Desember 2025.
“Alhamdulillah, meski di tengah perasaan duka yang mendalam. Masyarakat di sini, masih semangat untuk membangun kembali Masjid ini,” kata pengurus Masjid Al-Ikhsan, Desa Garoga, Tapanuli Selatan, Muhammad Syawal kepada ANTARA, Rabu.
Masjid Al-Ikhsan ini menjadi simbol harapan dan keimanan warga pascabencana, karena hanya bangunan masjid ini yang masih bertahan digempur banjir lumpur. Sementara, seluruh bangunan di kiri dan kanan masjid luluh lantah tak bersisa. Maka masjid ini kerap disebut masjid ajaib.
Baca juga: Tak ingin andalkan bantuan, ibu muda di Gayo Lues jadi buruh tani kopi
Baca juga: Warga manfaatkan kayu sisa banjir untuk bangun huntara
Dengan dana dan kapasitas yang terbatas, warga Desa Garoga melakukan iuran secara sukarela dan bergotong royong sejak Januari 2026 untuk memperbaiki masjid. Hingga berita ini disiarkan, proses perbaikan masih terus berlanjut.
"Masjid ini mampu bertahan di tengah bencana ekstrim padahal ini masjid tertua di Desa Garoga, makanya punya kenangan dan nilai sejarah yang cukup kuat bagi kami di sini,” lanjut dia.
Hal itulah yang menjadi fondasi utama semangat warga Desa Garoga untuk terus berupaya dan bergotong royong memperbaiki bangunan masjid yang rusak parah.
Masjid Al-Ikhsan yang sedang dalam tahap pembangunan usai terkena dampak terdampak bencana banjir di Sumatera Utara. (ANTARA/Chairul Rohman)Bantuan lain yang datang dari luar Desa Garoga, dikatakan Muhammad Syawal menjadi energi untuk membakar semangat warga untuk terus memperbaiki Masjid hingga layak digunakan kembali untuk beribadah.
“Untuk pembangunan ini dananya dari semua lapisan masyarakat itu ikut berpartisipasi. Kami menyadari kemampuan kami, kalau kami sendiri (warga setempat) itu tidak memungkinkan. Tapi, ada juga pihak luar yang ikut berpartisipasi,” ujar dia.
Sebelumnya petugas dari BNPB, TNI, Polri, dan relawan telah bahu membahu mengangkut tumpukan kayu, batu, pasir, dan material yang terbawa banjir bandang pada November 2025. Kemudian perbaikan masjid dilanjutkan oleh warga.
Karena mengalami kerusakan di bagian depan juga dalam, maka keseluruhan desain bangunan ini harus direnovasi total.
Karena alasan itulah Muhammad Syawal mengatakan bahwa rencana renovasi yang awalnya akan rampung sebelum Lebaran nanti menjadi harus ditunda hingga Hari Raya Idul Adha 2026 mendatang.
Baca juga: Bupati Tapsel bantah isu rusaknya Jembatan Bailey Garoga
Baca juga: Tak paham cara mengoperasikan, Starlink di Gayo Lues Aceh terbengkalai
Baca juga: Penyintas di huntara Agam Sumbar olah bantuan sembako jadi kue Lebaran
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































