UMI perkuat Aptisi kembangkan pendidikan tinggi berdampak

5 days ago 9

Makassar (ANTARA) - Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperkuat peran Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.

Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib di Makassar, Selasa, meyakini bahwa kolaborasi adalah kunci kemajuan pendidikan tinggi.

Baca juga: Ratusan rektor kampus teken kontrak kinerja, wujudkan kampus berdampak

"Melalui forum Aptisi, kami memperkuat sinergi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna menghadirkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan karakter yang semakin berdampak bagi bangsa,” ujarnya.

Menurut Prof Hambali, berbagai transformasi saat ini dijalankan UMI, mulai dari penguatan tata kelola, transformasi digital melalui UMI connection, pengembangan budaya riset, internasionalisasi kampus, hingga penguatan mutu akademik.

Hal ini, kata dia, sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus didorong oleh Aptisi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Mansyur Ramly menilai perguruan tinggi swasta saat ini dituntut semakin adaptif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan tata kelola yang kuat serta relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca juga: Gotong royong "Kampus Berdampak" untuk warga Sumatera yang terdampak

Baca juga: Wamen Diktisaintek: Perguruan tinggi harus berdampak bagi masyarakat

Menurutnya, perguruan tinggi swasta memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

“Peningkatan mutu akademik, tata kelola yang adaptif, penguatan jejaring kerja sama, serta kemampuan membaca perubahan merupakan agenda bersama yang harus terus diperkuat oleh seluruh perguruan tinggi swasta di Indonesia,” ujarnya.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |