Banjarbaru (ANTARA) - Tim mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Program Bina Desa Berdampak di Desa Sungai Dua Laut, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dengan melakukan transplantasi terumbu karang dan pengelolaan sampah plastik berbasis ecobrick.
Ketua Tim Mahasiswa ULM Disma Peranita di Banjarbaru, Selasa, menjelaskan program ini berangkat dari kondisi lingkungan pesisir desa setempat yang memiliki potensi sumber daya laut yang besar, namun menghadapi permasalahan kerusakan terumbu karang dan penumpukan sampah plastik.
Menurut dia, potensi laut di desa itu sangat bagus, tetapi ada kerusakan terumbu karang dan banyak sampah plastik. Jika lingkungan laut tidak dijaga, kata dia, biota laut juga akan terdampak.
Oleh karena itu, tim ingin membantu memperbaiki ekosistem laut melalui transplantasi terumbu karang dan mengurangi sampah plastik melalui ecobrick sebagai produk fungsional seperti bangku dan pot tanaman.
Tim ULM beranggotakan 15 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) Nursalam S.Kel., MS.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan edukasi tentang pentingnya terumbu karang, pemasangan media tanam, serta penanaman bibit karang menggunakan metode blok bata.
Selain itu, juga dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan ecobrick, mulai dari pemilahan sampah plastik hingga pembuatan produk bangku dan pot tanaman.
Disma mengakui respons masyarakat terhadap program ini sangat baik dengan keterlibatan para nelayan dan pemuda desa dalam kegiatan transplantasi terumbu karang.
Sementara ibu-ibu dan anak-anak mengikuti pelatihan ecobrick.
Nursalam mengatakan program ini memberikan pengalaman mahasiswa pembelajaran kontekstual serta penguatan soft skills seperti komunikasi, adaptasi sosial, dan pemecahan masalah.
Sementara dari sisi masyarakat, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dalam menjaga ekosistem laut dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Mahasiswa saya minta melakukan monitoring perkembangan terumbu karang dengan menjalin komunikasi dengan pihak desa untuk memantau perkembangannya,” kata Nursalam.
Dia menambahkan, Program Bina Desa ULM Berdampak ini menjadi wujud komitmen ULM dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata serta kontribusi langsung mahasiswa dalam pembangunan masyarakat.
Tim mahasiswa ULM mengedukasi warga pengelolaan sampah plastik berbasis ecobrick. ANTARA/FirmanPewarta: Firman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































