Turki batasi ekspor komoditas makanan imbas perang di Timteng

4 hours ago 2

Ankara (ANTARA) - Pemerintah Turki memutuskan untuk sementara membatasi ekspor sejumlah komoditas makanan untuk memerangi kenaikan harga akibat spekulasi, di tengah ketegangan Timur Tengah yang diperburuk oleh perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

"Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian telah membatasi ekspor daging ayam, telur, kacang arab, dan kacang-kacangan," menurut Kementerian Pertanian dan Perhutanan Turki kepada RIA Novosti, Rabu.

Sementara, izin ekspor untuk "daging sapi dan kambing, minyak bunga matahari, biji minyak, kacang lentil hijau dan lentil merah" saat ini tidak akan dikeluarkan.

Langkah yang diumumkan kementerian Turki tersebut dimaksudkan untuk menjaga inflasi tetap terkendali, mendukung produsen lokal, dan menjaga keseimbangan harga di pasar domestik.

Menurut institut statistik Turki, TUIK, tingkat inflasi tahunan di negara tersebut ada pada angka 31,53 persen hingga akhir Februari.

Lebih lanjut, Pemerintah Turki mengambil langkah untuk mendorong impor melalui pengurangan tarif impor. Salah satunya, tarif nol diberlakukan untuk impor sekitar satu juta ton minyak bunga matahari hingga akhir Mei 2026.

Kemudian, mengingat hasil panen yang kurang baik, tarif impor kacang lentil hijau didiskon ke angka 10 persen -- sebelumnya berlaku 19,3 persen -- hingga akhir April. Tarif impor lemon juga dikurangi dari 54 persen menjadi 10 persen hingga akhir Juli.

Tarif impor sereal haver (oat) yang awalnya sebesar 130 persen dikurangi menjadi 30 persen hingga akhir April, dengan syarat komoditas tersebut adalah untuk produksi muesli, biskuit, dan havermut.

Menurut koran Ekonomim, kenaikan harga material mentah serta gangguan rantai produksi dan pelayaran maritim akibat ketegangan di Timur Tengah menyebabkan terhentinya produksi di sejumlah pabrik Turki, sehingga memaksa sebagiannya untuk meliburkan buruhnya lebih awal.

Perusahaan dengan nasib demikian meliputi tak sedikit perusahaan yang memerlukan plastik, mengingat harga material mentah polimer naik sekitar 60--80 persen, sementara biaya logistik melonjak hingga 70 persen.

Sumber Sputnik

Baca juga: Istanbul alami tekanan di tengah tingginya inflasi dan biaya hidup

Baca juga: Harga menu restoran di Turki melonjak, makan di luar jadi kemewahan

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |