Toyota yakin penghematan energi jadi momen perkuat inovasi industri

3 hours ago 5
Kita harus mengakselerasi transformasi industri otomotif ke produk-produk yang lebih efisien

Jakarta (ANTARA) - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan upaya penghematan energi yang dijalankan pemerintah lewat kebijakan Transformasi Budaya Kerja, menjadi momentum penting untuk mempercepat inovasi di industri otomotif dalam menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam ditemui di Jakarta, Kamis menegaskan transformasi menuju kendaraan yang lebih efisien kini semakin nyata dan akan terus diperkuat melalui pengembangan berbagai teknologi.

Menurut Bob, pihaknya saat ini tengah mengakselerasi transformasi menuju produk yang lebih hemat energi, seiring dengan tuntutan efisiensi dan keberlanjutan, terutama di tengah tekanan global.

Ia menilai, setiap generasi kendaraan yang diproduksi terus mengalami peningkatan efisiensi yang signifikan.

“Kita harus mengakselerasi transformasi industri otomotif ke produk-produk yang lebih efisien. Walaupun sekarang setiap generasi juga diupayakan untuk peningkatan efisien,” ujarnya.

Ia mencontohkan, efisiensi kendaraan konvensional saat ini sudah mampu menyamai teknologi hybrid generasi awal. Bahkan, perkembangan teknologi hybrid juga semakin mendekati performa plug-in hybrid pada generasi sebelumnya.

“Misalnya Zenix ICE efisiensi energinya udah sama dengan Prius Hybrid generasi pertama. Jadi yang konvensional sekarang udah sama dengan Prius generasi pertama. Kemudian hybridnya Zenix ini udah sama dengan plug-in hybrid Prius generasi pertama,” jelasnya.

Bob menambahkan, transformasi menuju kendaraan yang lebih efisien sebenarnya sudah berlangsung, namun ke depan diharapkan akan semakin masif.

Ia menekankan pula pentingnya tidak bergantung pada satu teknologi saja, melainkan mengombinasikan berbagai solusi energi.

“Jadi sebenarnya sudah ada transformasi ke yang lebih efisien. Kita harap nanti akan lebih masif lagi, terutama bukan hanya tergantung satu teknologi tapi mungkin dua teknologi seperti hybrid dan etanol,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggunaan etanol sebagai sumber energi alternatif juga memiliki dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi sektor pertanian. Hal ini dinilai dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani sekaligus mendukung efisiensi energi.

“Itu juga bisa meningkatkan efisiensi. Kalau etanolnya dari produknya petani sekaligus juga meningkatkan nilai tukar petani,” ujarnya.

Ke depan, kombinasi teknologi dan sumber energi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kendaraan secara signifikan. Bob optimistis, inovasi yang terus berkembang akan mendorong efisiensi konsumsi energi menjadi lebih tinggi dibandingkan saat ini.

“Jadi kombinasi-kombinasi seperti inilah yang nanti kita coba kembangkan ke depan supaya kita lebih efisien lagi,” katanya.

Adapun Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pemerintah menerapkan kebijakan delapan butir transformasi budaya kerja nasional yang ditujukan untuk menjawab tantangan dinamika global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.

“Situasi ini bukanlah hambatan, melainkan momentum bagi kita untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku yang modern dan efisien,” kata Airlangga dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Rabu (1/4).

Ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kuat, termasuk ketersediaan stok BBM dan stabilitas fiskal yang terjaga. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan menjalankan aktivitas ekonomi seperti biasa.

Salah satu kebijakan dalam transformasi ini adalah penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong efisiensi mobilitas melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, serta pengurangan perjalanan dinas, baik domestik maupun luar negeri.

Kebijakan serupa juga didorong di sektor swasta dengan penyesuaian sesuai karakteristik masing-masing industri. Namun demikian, sejumlah sektor tetap dikecualikan dari skema WFH, termasuk pelayanan publik, kesehatan, keamanan, serta sektor strategis seperti energi, pangan, transportasi, dan keuangan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan efisiensi energi dan mengoptimalkan penggunaan transportasi publik.

Baca juga: Pemerintah susun strategi penghematan energi di sektor publik

Baca juga: Pakar nilai kebijakan WFH tidak ganggu produktivitas secara signifikan

Baca juga: Seskab: Transformasi budaya kerja dan efisiensi energi berlaku 1 April

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |