Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatat total nilai pertanggungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama periode 2007 hingga Maret 2026 mencapai Rp810,3 triliun.
Pertanggungan tersebut mencakup lebih dari 36,8 juta debitur pelaku usaha.
“Partisipasi aktif kami dalam program KUR merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung inklusi keuangan dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” kata Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso dalam taklimat media di Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam.
Di tengah dinamika industri, Askrindo menyatakan kinerja asuransi kredit masih menunjukkan ketahanan. Asuransi kredit mencakup 70 persen dari portofolio perusahaan.
Meski rasio klaim industri berada pada level relatif tinggi, Mahelan mengatakan, kondisi tersebut mencerminkan peran strategis industri asuransi kredit dalam menyerap risiko pembiayaan, terutama pada segmen UMKM.
Merespons kondisi itu, Askrindo terus memperkuat kapabilitas manajemen risiko secara menyeluruh. Penguatan dilakukan mulai dari proses underwriting hingga pengelolaan klaim, guna menjaga kualitas portofolio tetap sehat dan berkelanjutan.
“Langkah ini memungkinkan kami menjaga stabilitas kinerja sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terukur,” ujar Mahelan.
Ke depan, Askrindo memproyeksikan prospek industri asuransi kredit tetap positif, sejalan dengan target pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 8 persen hingga 12 persen pada 2026. Namun, perseroan menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkualitas, bukan sekadar mengejar volume.
“Kami optimis terhadap peluang pertumbuhan di 2026, terutama dengan meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di berbagai sektor. Namun kuncinya tetap pada satu hal: tumbuh dengan kualitas, bukan hanya mengejar volume,”tutur Mahelan.
Adapun kinerja perusahaan per Maret 2026 mencatatkan premi sebesar Rp1,16 triliun atau tumbuh sekitar 10 persen (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan premi utamanya didorong oleh peningkatan signifikan pada lini asuransi umum. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan hingga 44 persen.
Sejalan dengan itu, Askrindo menyatakan laba perusahaan meningkat sebesar 77 persen (yoy), meski belum merinci nilai laba yang dibukukan.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































