Jakarta (ANTARA) - Jumlah total bangunan terbakar di Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat pada Rabu siang, sebanyak 19 unit.
"Diperkirakan kalau yang sebelah kiri ini, ada 10 (bangunan). Kalau yang merembet ke sebelah kanan yang di pinggir kali, ada sekitar sembilan rumah petak. Jadi, kurang lebih total 19 bangunan," kata Wakapolsek Kalideres, AKP Sampe Tambunan.
Ia menyebut, obyek terbakar merupakan lapak dan penyimpanan palet kayu, warung makan, warung kopi, bengkel bubut, hingga rumah-rumah petak milik warga.
Ia menjelaskan, api dengan cepat membesar dan menjalar tak terkendali dari sumbernya akibat tiupan angin kencang, serta banyaknya material kayu yang mudah terbakar di lokasi kejadian.
"Memang meluas karena menurut informasi warga, itu angin sedang kencang, jadi apinya menyambar, rambat ke bangunan lain," katanya.
Baca juga: Kebakaran di Kalideres diduga berasal dari gudang palet kayu
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api pertama kali.
Namun demikian, berbeda dengan dugaan warga, ia mengonfirmasi bahwa sumber api bukan berasal dari gudang palet kayu atau pabrik besar, melainkan dari sebuah tempat usaha perakitan furnitur perorangan.
Ia menyebut lapak tersebut merupakan tempat usaha berskala kecil dan pemiliknya sedang tidak berada di tempat karena sudah mudik.
"Daru saksi yang melihat, awal api dari lapak pedagang furnitur kayu, bernama Muhammad Soleh," katanya.
Sebelumnya, kebakaran melahap sejumlah bangunan di Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
Baca juga: Kebakaran lahap sejumlah bangunan di Tegal Alur Jakarta Barat
Asap kebakaran itu pun melambung tinggi dan menutupi area sekitar lokasi sehingga menyebabkan jalanan yang membelah area yang terbakar, lumpuh atau tak bisa dilintasi.
Tampak di lokasi pada pukul 14.30 WIB, lebih dari 10 armada Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) berkekuatan puluhan personel masih berupaya memadamkan kebakaran.
Bahkan, untuk memadamkan sisi belakang barisan bangunan, sebagian petugas harus menaiki perahu dan menyemprot air dari arah kali.
Adapun, bangunan-bangunan yang terbakar berada di sepanjang jalan, kurang lebih 200 meter di Jalan Kamal Raya, mulai dari depan Masjid Risma hingga ke area dekat Musholla Asy-Syukriyah.
Beberapa material mudah terbakar pun tak padam dengan mudah meski telah terkena air pemadam.
Baca juga: Gulkarmat padamkan kebakaran tumpukan pipa di Jaktim
Petugas pun berjibaku melakukan pemadaman bertahap untuk memastikan potensi api tak muncul kembali.
Kebakaran itu juga membuat arus lalu lintas di Jalan Kamal Raya dari arah Tegal Alur menuju Benda maupun sebaliknya lumpuh total.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































