TNI bersama warga bersihkan puing-puing pascakonflik di Seram Utara

14 hours ago 2

Ambon (ANTARA) - Kodim 1502/Masohi bersama Petugas Kepolisian dan masyarakat Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing pascakonflik yang terjadi serta memperbaiki instalasi listrik dan air.

“Menurut data yang diperoleh, sebanyak 69 rumah terbakar menyebabkan 82 kepala keluarga harus mengungsi di gereja dan rumah warga di Negeri (Desa) Masihulan, Maluku Tengah,” kata Dandim 1502/Masohi, Letkol Czi Muhammad Yusuf Aksa dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Sabtu.

Perbaikan dan kerja bakti tersebut pun melibatkan semua elemen masyarakat serta aparat Kepolisian sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan.

Petugas TNI dan Polri bahu membahu membersihkan sisa-sisa kerusakan yang ditimbulkan bentrokan antarwarga di tiga desa yakni Sawai, Rumaholat dan Masihulan.

Baca juga: BMKG: Gempa di Maluku terjadi akibat Sesar Utara Pulau Seram

Baca juga: KPU: Distribusi logistik pakai helikopter ke enam desa di Seram Utara

Perbaikan instalasi listrik dan air dipandang perlu dilakukan agar mempermudah kegiatan masyarakat seperti mandi, cuci dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 1502/Masohi minta kepada Anggota TNI-Polri agar bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk membantu masyarakat Negeri Masihulan.

"Saya minta juga kepada masyarakat Negeri Masihulan agar bekerja sama dengan anggota TNI -Polri hari ini dengan semangat, duka masyarakat Negeri Masihulan adalah duka kita semua, yang paling utama jaga faktor keamanan dalam kegiatan," ujar Dandim.

Pihaknya pun mendirikan posko pengamanan di perbatan tiga desa yang terdampak untuk berjaga-jaga guna mengantisipasi hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Sementara itu Pangdam XV Pattimura Mayjend TNI Gatot Sri Handoyo menyerukan pesan perdamaian untuk masyarakat di Maluku guna menjaga persatuan dan kesatuan di daerah itu.

“Mari saling bergandeng tangan untuk mewujudkan Maluku yang aman dan damai,” katanya.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat di Maluku tidak terprovokasi dengan berita-berita beredar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, kata dia, masyarakat majemuk di Maluku juga harus mengedepankan rasa saling membantu, saling menjaga, saling mendukung dimulai dengan saling peduli satu sama lain sesuai dengan falsafah hidup orang Maluku yakni sagu salempeng patah dua ale rasa beta rasa.

“Hormati keberagaman, setiap orang memiliki latar belakang dan pandangan yang berbeda, tetapi kita semua menginginkan kehidupan yang damai dan sejahtera,” tuturnya.*

Baca juga: BMKG: Gempa M5,0 guncang Laut Seram dipicu aktivitas sesar Seram Utara

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,1 wilayah Seram, Maluku dipicu subduksi Seram Utara

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |