Jakarta (ANTARA) - Masyarakat yang hendak menjajal sepeda motor listrik untuk mudik disarankan melakukan persiapan lebih matang, sebagaimana diingatkan oleh Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu.
Menurutnya, perencanaan rute, manajemen daya baterai, hingga kondisi fisik pengendara menjadi kunci yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
"Jika kita ingin mencoba mengendarai sepeda motor listrik untuk mudik, ini jelas bakal menghadirkan tantangan tersendiri, persiapan yang matang sebelum berangkat tentu menjadi kunci untuk perjalanan yang nyaman minim kendala," kata dia ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu.
Menurutnya, hal paling penting saat hendak mudik dengan motor listrik adalah memahami jenis sistem baterai yang digunakan.
Baca juga: Ingin mudik dengan motor listrik? Perhatikan hal ini
Untuk motor listrik dengan sistem tukar baterai atau battery swap, pemudik wajib mengetahui lokasi stasiun penukaran baterai di sepanjang rute. Jika titik penukaran tidak jelas dari titik awal hingga tujuan, penggunaan motor jenis ini sebaiknya dihindari karena berpotensi menyulitkan di perjalanan.
Sementara itu, untuk motor listrik dengan sistem pengisian daya, perencanaan waktu charging menjadi hal krusial. Pengendara juga perlu menghitung jarak tempuh riil, yang umumnya menurut Yannes, 20–30 persen lebih pendek dari klaim pabrikan. Demi keamanan, disarankan membawa charger portable serta adaptor yang sesuai.
Selain itu, gaya berkendara turut memengaruhi efisiensi baterai.
Baca juga: 6 Tips jika hendak tinggalkan motor listrik di rumah saat mudik
"Demi efisiensi baterai, hindari berkendara dengan throttle penuh terus-menerus, karena dapat memicu limp mode akibat overheat," jelas Yannes.
Penggunaan throttle secara penuh terus-menerus dapat memicu overheat atau panas yang berlebih hingga menyebabkan motor masuk ke mode perlindungan (limp mode). Kondisi ini bertujuan melindungi komponen penting seperti baterai dan controller dari kerusakan.
Ketika mode ini aktif, tenaga dan kecepatan motor akan dibatasi, respons throttle melambat, sehingga motor terasa lebih lemah. Jika terjadi, pengendara sebaiknya menepi dan membiarkan motor mendingin sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Ingin jajal mudik dengan motor listrik? Simak kiatnya
Pengendara juga dianjurkan memanfaatkan fitur regenerative braking, jika tersedia, untuk membantu memperpanjang jarak tempuh baterai.
Lebih lanjut, Yannes juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi jalan, terutama saat hujan.
Meski sebagian motor listrik telah memiliki standar ketahanan air, pengendara tetap disarankan menghindari genangan tinggi yang berisiko merusak komponen penting seperti controller atau konektor baterai.
Baca juga: Kemenhub tidak layani mudik gratis motor listrik cegah kebakaran kapal
"Penting juga kita mewaspadai kondisi basah, meski motor memiliki rating tahan air IP67, dengan menghindari menerabas genangan tinggi yang bisa merendam controller atau konektor baterai sepeda motor kita," ujar dia.
Di luar aspek teknis, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Persiapan kendaraan sebaiknya dilakukan jauh sebelum keberangkatan, disertai perencanaan rute alternatif dan waktu cadangan untuk mengantisipasi kemacetan atau antrean pengisian daya.
"Terlepas dari jenis kendaraan yang kita gunakan, prinsip keselamatan tetap menjadi yang utama. Kondisi fisik pengemudi sama pentingnya dengan kondisi kendaraan, memastikan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan adalah investasi keselamatan yang tak ternilai," kata Yannes.
Baca juga: DJKA: Motor listrik belum masuk layanan mudik gratis dengan kereta api
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026


















































