Tim "trauma healing" Polres Boven dampingi pengungsi terdampak KKB

2 weeks ago 23

Jayapura (ANTARA) - Tim "trauma healing" yang dibentuk Polres Boven Digoel hingga kini masih mendampingi pengungsi dari Distrik Manggelum yang kabur setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan aksi membakar fasilitas pendidikan.

Selain membakar fasilitas pendidikan yang ada di Distrik Manggelum, KKB juga membakar lima rumah warga sehingga mereka ketakutan dan melarikan diri menggunakan perahu motor menyusuri sungai Digoel.

Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra kepada ANTARA, Senin malam mengatakan, tim trauma healing beranggotakan personel Polri itu berupaya membantu warga terutama perempuan dan anak-anak menghilangkan rasa takut yang dialaminya.

Baca juga: Kapolres: 104 warga Distrik Manggelum mengungsi takut gangguan KKB

Personel Polwan Boven Digoel berupaya menghilangkan trauma khususnya bagi anak-anak dengan mengajak mereka bermain dan bernyanyi serta bercerita.

Selain menyiapkan tim trauma healing, Polres Boven Digoel juga melakukan pemeriksaan kesehatan ke para pengungsi.

Saat ini warga Manggelum yang mengungsi ke Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel tercatat sebanyak 235 orang dan mereka ditampung di Mapolres Boven Digoel, kata Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu.

Menurutnya, dari laporan yang diterima KKB melakukan aksi kekerasan dengan membakar fasilitas pendidikan dan rumah warga itu terjadi tanggal 4 Juni lalu.

Sesaat setelah insiden itu terjadi, guru dan nakes langsung mengungsi yang kemudian diikuti masyarakat, kata Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu.

Baca juga: TNI-Polri berupaya evakuasi jenazah pendulang dari Kampung Kawe

Baca juga: MRP kecam aksi penembakan pilot dan kopilot Smart Air di Boven Digoel

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |