Jakarta (ANTARA) - Tim bulu tangkis Indonesia tertinggal 0-1 dari Jepang pada laga kedua Grup X Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 setelah tunggal putri pertama Thalita Ramadhani Wiryawan kalah dari Riko Gunji di Conson Gymnasium, Qingdao, Kamis.
Thalita yang masih berusia 18 tahun belum mampu mengimbangi permainan Gunji yang tampil lebih berpengalaman hingga akhirnya kalah dengan skor 14-21, 16-21.
Pada gim pertama, Thalita kesulitan keluar dari tekanan Gunji. Wakil Jepang itu tampil agresif dengan lob serang dan smes keras yang kerap memaksa Thalita bertahan.
Sejumlah kesalahan sendiri serta langkah kaki yang kalah cepat membuat Thalita tertinggal jauh dan kalah 14-21.
Baca juga: PBSI: BATC 2024 asah kemampuan dan mental atlet pelapis dan muda
Situasi belum banyak berubah pada gim kedua. Thalita kembali melakukan beberapa kesalahan sendiri di awal gim dan tertinggal 5-10. Gunji menerapkan variasi servis yang membuat Thalita kesulitan mendapatkan kesempatan menyerang.
Thalita sempat memperkecil jarak menjadi 10-11, namun gagal memanfaatkan momentum tersebut. Kesalahan dalam pengembalian bola kembali terjadi sehingga Gunji menjauh hingga 16-12.
Upaya Thalita untuk mengejar tidak membuahkan hasil dan ia harus mengakui keunggulan Gunji dengan skor 16-21.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia tertinggal 0-1 dari Jepang.
Pada partai berikutnya, Indonesia menurunkan pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang menghadapi Arisa Igarashi/Chiharu Shida.
Di sektor tunggal putri kedua, Mutiaran Ayu Puspitasari dijadwalkan melawan Hina Akechi.
Indonesia juga menurunkan pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang akan berhadapan dengan Kie Nakanishi/Miyu Takahashi.
Partai terakhir mempertemukan Ni Kadek Dhinda Ayu Pratiwi dengan Yuzono Watanabe.
Baca juga: Kembalinya Ester sempurnakan kemenangan Indonesia atas Hong Kong
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































