Tito Karnavian ingatkan bupati-walikota pendataan cepat korban bencana

2 hours ago 2
Pendataan menjadi kunci utama penyaluran bantuan rumah, dana tunggu hunian, dan bantuan sosial dan bantuan lainnya

Jakarta (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian mengingatkan bupati dan walikota di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat mempercepat pengiriman data warga korban bencana agar bantuan pemerintah dapat segera direalisasikan.

"Pendataan menjadi kunci utama penyaluran bantuan rumah, dana tunggu hunian, dan bantuan sosial dan bantuan lainnya," kata Tito, dalam siaran peresmian hunian sementara yang diikuti dari Jakarta, Kamis.

Menteri Dalam Negeri itu menjelaskan bahwa di antaranya ada dana tunggu hunian yang diberikan senilai Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan atau Rp1,8 juta per keluarga bagi warga yang memilih tinggal di rumah keluarga, menyewa, atau mengontrak rumah.

Selain itu, data pemerintah daerah juga menjadi dasar penyaluran bantuan perbaikan rumah rusak ringan, sedang, dan berat, serta bantuan hunian tetap bagi rumah hilang yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selanjutnya untuk penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial yang menyiapkan bantuan uang belanja lauk-pauk, santunan korban meninggal, serta bantuan perabotan dan stimulan ekonomi. Berdasarkan laporan dari Kementerian Sosial anggaran yang disiapkan senilai lebih dari Rp600 miliar.

"Saya apresiasi bagi kepala daerah yang sudah cepat menyampaikan data sehingga bantuan dapat segera disalurkan," kata dia.

Namun, ia menegaskan bahwa bagi kepala daerah yang belum mengirimkan data minimal sepekan ke depan maka penyaluran dana bantuan akan dilakukan tahap selanjutnya.

Dalam hal ini Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu daerah yang masih ditunggu pelaporan pendataan korban terdampak oleh Satgas PRR.

Sementara pemerintah pusat menargetkan masyarakat terdampak bisa mendapatkan manfaat dari segenap dana bantuan sebelum masuk Bulan Puasa Ramadhan 1447 Hijriah.

Menurut Tito, bupati dan walikota bisa mengirimkan data yang sudah terverifikasi secara bertahap, tidak mesti menunggu semua wilayah terdampak terdata lebih dulu, agar warga bisa berangsur meninggalkan tenda-tenda pengungsian yang jauh dari kata nyaman.

Baca juga: Satgas PRR: 27 daerah terdampak bencana di Sumatera kembali normal

Baca juga: Tito Karnavian resmikan 1.300 huntara korban bencana di Sumatera

Baca juga: Satgas: 42 kabupaten/kota terdampak bencana masuk kondisi normal

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |