Istanbul (ANTARA) - Iran menegaskan “tidak ada ancaman yang bisa merusak” peradabannya yang telah berakar kuat.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, ketika menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump bahwa Washington akan menghancurkan “seluruh peradaban" Iran.
“Suatu bangsa yang memiliki keyakinan penuh akan kebenaran jalannya, akan mengerahkan seluruh kapasitas dan kemampuannya untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” tulis Mohajerani di X, Selasa (7/4).
Menegaskan bahwa keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah, Iran akan mengurus situasi ini dengan hati-hati.
Trump mengancam akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan di seluruh Iran jika Teheran gagal membuka kembali Selat Hormuz dan mencapai kesepakatan pada Selasa pukul 20.00 EDT atau Rabu pukul 07.00 pagi WIB.
Seluruh kawasan telah siaga sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.
Teheran membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan balasan Iran menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Sekjen PBB sangat khawatir atas pernyataan Trump tentang Iran
Baca juga: IRGC klaim serang kapal kontainer Israel dan kapal serbu amfibi AS
Baca juga: Iran siapkan respons terhadap rencana gencatan senjata AS
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































