Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengungkapkan keputusan timnya untuk mendatangkan tiga pemain asing anyar pada bursa transfer pemain musim dingin ini.
Dikutip dari dari laman resmi I.League, Kamis, Tavares mengatakan perekrutan tiga pemain asing baru merupakan hasil evaluasi yang disesuaikan dengan kebutuhan tim dan kondisi finansial klub.
"Ya, ada tiga pemain yang saya lihat. Saya pikir dengan anggaran yang diberikan klub, kami bisa mendapatkan tiga pemain ini. Kami berharap ketiga pemain ini dapat membantu kami," jelas Tavares.
Persebaya Surabaya sebelumnya telah mendatangkan tiga pemain berkebangsaan Brasil yakni Jefferson Silva (bek sayap), Bruno Paraiba (gelandang) dan Gustavo Fernandes (bek tengah) pada bursa transfer musim dingin ini.
Baca juga: Pelatih Persebaya belum bisa turunkan pemain asing barunya
Tavares mengatakan tiga pemain tersebut didatangkan demi keseimbangan komposisi pemain, terutama untuk mengantisipasi situasi bola mati yang kerap menjadi tantangan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini.
Pelatih berkebangsaan Portugal itu melanjutkan jika Persebaya Surabaya membutuhkan kombinasi ideal antara pemain cepat dan pemain dengan postur tinggi.
Kedatangan tiga pemain asing ini membuat Persebaya Surabaya kini memiliki 13 penggawa impor sehingga harus melepas dua yang sebelumnya mereka miliki karena kompetisi BRI Super League hanya boleh mendaftarkan 11 legiun asing.
Tavares menjelaskan hal ini sekaligus memberikan dirinya kemungkinan untuk memaksimalkan fleksibilitas posisi pemain karena banyak pemain asing di dalam timnya yang bisa bermain di berbagai posisi.
"Ya, kita perlu melihat solusi terbaik. Apa yang telah diberikan para pemain kepada tim sampai sekarang. Dan dengan dewan direksi, kita akan membahasnya,” ungkap Tavares.
Baca juga: Tavares beberkan strategi kemenangan Persebaya atas Malut United
Baca juga: Pelatih Persebaya puji efektivitas performa Gali Freitas
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































