Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan dalam merefleksikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Asisten I Setda NTB Fathul Gani mengatakan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah harus dimaknai lebih dari sekadar perubahan angka kalender. Berbeda dengan gegap gempita perayaan tahun baru masehi yang kerap diwarnai antrean terompet dan kembang api.
"Pergantian tahun adalah momentum penting untuk kita merenungkan kembali apa saja yang telah kita lakukan di tahun 1447 Hijriah, sebagai modal untuk menata langkah yang lebih baik di tahun 1448 Hijriah ini," ujar Fathul Gani di Masjid Hubbul Wathan Mataram, Selasa.
Menurutnya, sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama agar program-program pembangunan daerah dapat berjalan dengan optimal. Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah (pemda) pada tahun baru ini adalah pengentasan kemiskinan.
Di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, kata dia, Pemprov NTB berkomitmen penuh untuk menekan angka kemiskinan yang dinilai masih cukup tinggi pada tahun sebelumnya.
Baca juga: Sebanyak 1.920 pelajar Aceh ikut pawai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
"Insya Allah, jika di tahun 1447 Hijriah angka kemiskinan kita masih terhitung tinggi, maka di tahun 1448 Hijriah ini mari kita sama-sama berikhtiar dan bekerja keras untuk menguranginya," ucap Fathul Gani.
Untuk itu Fathul Gani berpesan agar momentum 1 Muharram 1448 Hijriah dijadikan awal untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengejar kebaikan bagi diri sendiri, melainkan juga aktif menebar manfaat dan memberikan perhatian nyata kepada tetangga serta kerabat di sekitar yang membutuhkan uluran tangan.
Peringatan Tahun Baru Islam di NTB berlangsung khidmat. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Kota Mataram. Kegiatan ini dihadiri ratusan orang yang memenuhi ruang utama masjid.
Baca juga: Sambut 1 Muharam, ulama ajak masyarakat jaga persatuan dan kerukunan
Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































