Jakarta (ANTARA) - Polsek Cilincing menangani kasus ledakan tabung oksigen di lokasi pengisian gas di Jalan Cilincing Raya, Jakarta Utara yang menimpa rumah warga.
"Penanganan kasus ini dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Cilincing untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya insiden dan memastikan adanya pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami warga," kata Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri di Jakarta, Rabu.
Bobi mengatakan kejadian berawal saat warga melakukan proses pengisian satu tabung oksigen berukuran enam meter kubik.
Tiba-tiba, tabung tersebut terpental ke udara disertai suara ledakan keras dan mengakibatkan atap lokasi pengisian berbahan asbes mengalami kerusakan.
Tidak itu saja, tabung oksigen yang terpental tersebut kemudian jatuh dan menimpa sebuah rumah tinggal sekaligus warung kelontong milik warga di Jalan Baru Gang 2 Dalam Kelurahan Cilincing yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pengisian.
Saat kejadian itu, pemilik rumah, Ahmad Suyono dan istrinya, Maryam, sedang berada di warung yang berada di bagian depan rumah.
"Keduanya terkejut ketika tabung oksigen tersebut menghantam atap bangunan dan merusak sejumlah bagian rumah serta etalase warungnya," ucapnya.
Untungnya, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan yang ditimbulkan tergolong cukup berat dan menyebabkan trauma psikologis terhadap penghuni rumah.
Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.
Mendapatkan informasi kejadian tersebut, pihak kepolisian setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan TKP.
Petugas kemudian melakukan serangkaian tindakan kepolisian, antara lain mengamankan lokasi, memasang garis polisi (police line), meminta keterangan para saksi, mendokumentasikan kerusakan, serta membuat laporan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Dengan demikian, diimbau agar seluruh perusahaan yang bergerak di bidang pengisian dan penyimpanan gas bertekanan tinggi agar senantiasa menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat.
"Itu harus dilakukan guna mencegah terjadinya kejadian serupa yang dapat membahayakan pekerja maupun masyarakat sekitar," ucap dia.
Baca juga: Puslabfor temukan alat bor dari TKP ledakan galian yang lukai pekerja
Baca juga: Kronologi ledakan galian di Fatmawati yang lukai dua pekerja
Baca juga: Korban ledakan galian Fatmawati jalani operasi plastik di wajah
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































