Jakarta (ANTARA) - Banyak orang menganggap tidur selama tujuh hingga delapan jam sudah cukup untuk menjaga kesehatan. Padahal, durasi tidur bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah tubuh benar-benar mendapatkan istirahat yang berkualitas. Seseorang bisa saja tidur cukup lama, tetapi tetap bangun dalam keadaan lelah karena kualitas tidurnya kurang baik.
Kualitas tidur dipengaruhi oleh banyak hal, seperti seberapa cepat seseorang tertidur, seberapa sering terbangun di malam hari, hingga apakah tubuh berhasil melewati setiap fase tidur dengan baik. Jika kualitas tidur buruk, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan proses pemulihan secara optimal.
Baca juga: Sudah ngantuk tapi sulit tidur pulas? Ini penyebab dan cara atasinya
Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kualitas tidur Anda sudah baik? Berikut delapan tanda bahwa kualitas tidur mungkin masih kurang meski durasi tidur sudah cukup.
1. Bangun tidur tetapi masih merasa lelah
Salah satu tanda paling jelas adalah tubuh tetap terasa lemas atau mengantuk setelah bangun tidur.
Normalnya, tidur yang berkualitas membuat tubuh terasa segar dan lebih bertenaga pada pagi hari. Jika rasa lelah terus berlanjut meski sudah tidur selama tujuh hingga delapan jam, bisa jadi kualitas tidur Anda terganggu.
2. Sulit berkonsentrasi di siang hari
Tidur berperan penting dalam proses pembentukan memori, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.
Apabila Anda sering sulit fokus, mudah lupa, atau merasa "brain fog" saat bekerja maupun belajar, kualitas tidur yang kurang baik bisa menjadi salah satu penyebabnya.
3. Sering mengantuk pada siang hari
Merasa sedikit mengantuk setelah makan siang memang normal. Namun, jika Anda sering mengantuk saat bekerja, rapat, belajar, atau bahkan saat mengemudi, kondisi tersebut patut diwaspadai.
Rasa kantuk berlebihan di siang hari dapat menjadi tanda tubuh tidak memperoleh tidur yang benar-benar berkualitas pada malam sebelumnya.
Baca juga: 10 Kebiasaan sebelum tidur yang bisa tingkatkan kualitas istirahat
4. Sering terbangun di tengah malam
Terbangun sesekali pada malam hari bukanlah masalah. Namun, jika Anda sering terbangun dan membutuhkan waktu lama untuk tidur kembali, kualitas tidur bisa menurun.
Gangguan ini membuat tubuh kesulitan menyelesaikan siklus tidur secara utuh sehingga proses pemulihan menjadi tidak maksimal.
5. Mendengkur keras atau napas berhenti saat tidur
Mendengkur tidak selalu berbahaya. Namun, apabila disertai jeda napas saat tidur, tersedak, atau terbangun karena merasa sesak, kondisi tersebut bisa menjadi tanda sleep apnea.
Gangguan ini menyebabkan seseorang berulang kali terbangun tanpa disadari sehingga meski tidur cukup lama, tubuh tetap terasa lelah keesokan harinya.
6. Mudah marah atau suasana hati berubah
Kurang tidur berkualitas tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga kesehatan mental.
Orang yang kualitas tidurnya buruk cenderung lebih mudah tersinggung, emosional, sulit mengendalikan stres, hingga mengalami perubahan suasana hati.
7. Sering sakit atau daya tahan tubuh menurun
Saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Jika kualitas tidur buruk dalam jangka panjang, daya tahan tubuh dapat menurun sehingga seseorang lebih mudah terserang flu, batuk, atau infeksi lainnya.
Baca juga: Sulit tidur? Coba 7 minuman alami yang bisa membantu cepat terlelap
8. Membutuhkan banyak kafein agar tetap berenergi
Apakah Anda merasa harus minum beberapa cangkir kopi setiap hari agar tetap terjaga?
Kebutuhan kafein yang terus meningkat bisa menjadi pertanda bahwa tubuh belum mendapatkan istirahat yang cukup berkualitas pada malam hari.
Meski kopi membantu mengurangi rasa kantuk sementara, kebiasaan ini tidak mengatasi penyebab utama kualitas tidur yang buruk.
Apa penyebab kualitas tidur buruk?
Beberapa faktor yang sering memengaruhi kualitas tidur antara lain:
- Jadwal tidur yang tidak teratur.
- Penggunaan gadget sebelum tidur.
- Konsumsi kopi atau minuman berkafein pada malam hari.
- Stres dan kecemasan.
- Lingkungan tidur yang terlalu terang atau bising.
- Konsumsi alkohol.
- Gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea.
Mengidentifikasi penyebabnya menjadi langkah penting agar kualitas tidur dapat diperbaiki.
Baca juga: Kenapa pikiran selalu aktif saat mau tidur? Ini penyebab dan cara mengatasinya
Cara meningkatkan kualitas tidur
Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur:
- Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
- Hindari penggunaan gadget sekitar 30–60 menit sebelum tidur.
- Kurangi konsumsi kafein pada sore dan malam hari.
- Ciptakan kamar yang sejuk, gelap, dan tenang.
- Rutin berolahraga, tetapi hindari olahraga berat menjelang tidur.
- Lakukan relaksasi seperti meditasi, latihan pernapasan, atau membaca buku sebelum tidur.
Kebiasaan tersebut dikenal sebagai sleep hygiene, yaitu serangkaian praktik yang membantu tubuh memperoleh tidur yang lebih berkualitas.
Kapan harus berkonsultasi ke dokter?
Jika Anda terus merasa lelah meski tidur cukup selama beberapa minggu, sering mengantuk di siang hari, atau mengalami gejala seperti mendengkur keras disertai henti napas saat tidur, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan tidur, seperti insomnia atau sleep apnea, maupun kondisi medis lain yang memengaruhi kualitas istirahat.
Tidur yang sehat bukan hanya soal berapa lama Anda beristirahat, tetapi juga seberapa baik tubuh menjalani proses tidur. Dengan menjaga kualitas tidur, tubuh dapat pulih secara optimal sehingga Anda bangun dengan kondisi lebih segar, fokus, dan siap menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Apa Itu sleep hygiene? Ini manfaat dan 10 cara menerapkannya agar tidur nyenyak
Baca juga: Posisi tidur yang baik untuk kesehatan, mana yang paling dianjurkan?
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































