Jakarta (ANTARA) - Beras merah dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat yang lebih sehat karena kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Namun, konsumsi beras merah secara berlebihan juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi tubuh jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan.
Beras merah termasuk kelompok biji-bijian utuh (whole grain) karena masih mempertahankan lapisan bekatul dan bagian lembaga biji. Kandungan tersebut membuat beras merah memiliki serat lebih tinggi dibandingkan beras putih, tetapi juga dapat memberikan efek tertentu pada sistem pencernaan apabila dikonsumsi terlalu banyak.
Berikut beberapa efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi beras merah secara berlebihan.
1. Menyebabkan gangguan pencernaan
Beras merah memiliki kandungan serat yang tinggi. Serat memang bermanfaat untuk membantu melancarkan pencernaan, tetapi asupan serat yang terlalu banyak secara tiba-tiba dapat menyebabkan gangguan seperti perut kembung, gas berlebih, dan rasa tidak nyaman pada perut.
Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada orang yang sebelumnya tidak terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi beras merah sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Baca juga: Konsumsi alpukat mendukung kesehatan jantung menurut studi
2. Menghambat penyerapan beberapa mineral
Beras merah mengandung asam fitat (phytic acid), yaitu senyawa alami pada lapisan luar biji-bijian yang dapat mengikat mineral tertentu.
Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, asam fitat berpotensi mengurangi penyerapan mineral seperti zat besi dan zinc dalam tubuh. Meski demikian, risiko ini dapat diminimalkan dengan pola makan yang beragam dan seimbang.
3. Risiko paparan arsenik lebih tinggi
Beras merah diketahui dapat mengandung arsenik lebih tinggi dibandingkan beras putih karena lapisan bekatul yang masih melekat pada biji beras dapat menyimpan lebih banyak unsur tersebut.
Arsenik anorganik merupakan zat yang dalam paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu. Namun, konsumsi beras merah dalam jumlah wajar masih dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
Beberapa penelitian menemukan bahwa beras merah memiliki kandungan arsenik anorganik lebih tinggi dibandingkan beras putih karena bagian luar biji yang kaya nutrisi masih dipertahankan.
4. Dapat mengganggu pola makan tertentu
Meskipun beras merah memiliki banyak manfaat, mengonsumsinya secara berlebihan tetap dapat menyebabkan asupan nutrisi menjadi tidak seimbang.
Tubuh tetap membutuhkan berbagai sumber makanan lain, seperti protein, sayuran, buah-buahan, serta lemak sehat. Mengandalkan satu jenis makanan sebagai sumber utama nutrisi tidak dianjurkan.
Baca juga: Apa Itu sleep hygiene? Ini manfaat dan 10 cara menerapkannya agar tidur nyenyak
5. Kurang cocok bagi sebagian orang dengan masalah pencernaan
Kandungan serat tinggi pada beras merah dapat menjadi tantangan bagi sebagian orang yang memiliki kondisi pencernaan tertentu.
Orang yang sensitif terhadap makanan tinggi serat dapat mengalami peningkatan rasa begah atau tidak nyaman setelah mengonsumsi beras merah dalam jumlah banyak. Karena itu, jumlah konsumsinya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Cara aman mengonsumsi beras merah
Agar tetap mendapatkan manfaat tanpa meningkatkan risiko efek samping, beras merah sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Mulai mengonsumsi beras merah secara bertahap.
- Cuci beras sebelum dimasak.
- Rendam beras merah sebelum memasak untuk membantu memperbaiki tekstur.
- Konsumsi bersama lauk berprotein dan sayuran.
- Variasikan sumber karbohidrat agar asupan nutrisi lebih beragam.
Beras merah tetap dapat menjadi pilihan makanan sehat karena kaya serat dan nutrisi. Namun, seperti makanan lainnya, konsumsi dalam jumlah berlebihan tidak dianjurkan. Pola makan seimbang dengan variasi sumber makanan menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan tubuh.
Baca juga: Bolehkah beras merah dicampur beras putih? Ini penjelasannya
Baca juga: 8 manfaat beras merah untuk kesehatan, bantu jaga gula darah
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































