Stellantis rekrut 2.000 insinyur untuk atasi masalah kualitas

4 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - Stellantis diwartakan merekrut 2.000 insinyur baru untuk mengatasi masalah kualitas pada kendaraan-kendaraan buatannya.

Sebagaimana dikutip dalam siaran CarsCoops pada Senin, ​​​​​​​CEO Stellantis Antonio Filosa menyebut perekrutan 2.000 insinyur itu sebagai "penataan ulang mendalam" seiring dengan gelombang model kendaraan baru yang akan dipasarkan.

Filosa mengatakan bahwa perusahaan sedang merestrukturisasi prosesnya untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh keputusan operasional sebelumnya.

"Kami sedang mengatur ulang eksekusi dan meningkatkan proses manajemen kualitas untuk mengatasi masalah operasional sebelumnya yang dipicu oleh keputusan masa lalu," katanya selama panggilan pendapatan Februari.

​​​​​​​Baca juga: Stellantis hentikan produksi truk listrik RAM 1500

Laporan kualitas produk Stellantis baru-baru ini tidak merata.

Pada tahun 2020, Dodge menjadi merek domestik pertama yang memimpin Studi Kualitas Awal J.D. Power AS, dan mengulangi prestasi tersebut pada tahun 2023.

Namun, merek tersebut jatuh ke posisi terakhir pada tahun berikutnya sebelum kembali naik ke posisi ketujuh pada tahun 2025.

Sementara itu, Chrysler dan Ram sama-sama berada di bawah rata-rata dalam studi terbaru yang mengukur masalah yang dilaporkan selama 90 hari pertama kepemilikan.

Baca juga: Stellantis hentikan produksi plug-in hybrid untuk pasar Amerika Utara

Beberapa dealer menyakini masalah kualitas kendaraan tersebut berakar pada pemangkasan biaya yang berdampak pada pengurangan sumber daya teknik perusahaan.

"Menurut saya, itu semua mungkin kembali ke bidang teknik," kata Ketua Dewan Dealer Nasional Stellantis Sean Hogan.

"Ketika Anda melakukan pemotongan seperti yang dilakukan Tavares, dan Anda masih menginginkan kualitas yang sama, itu tidak akan terjadi," katanya merujuk pada mantan CEO Stellantis Carlos Tavares.

Direktur Pusat Uji Otomotif Consumer Reports Jake Fisher mengemukakan bahwa permasalahan kualitas sebagian besar muncul ketika perusahaan meluncurkan kendaraan baru, mendesain ulang kendaraan, dan menambahkan teknologi baru.

"Jika Anda melihat produsen mobil yang sangat andal, mereka adalah produsen yang sangat stabil. Mereka memiliki platform yang sama, mereka mempertahankan sistem penggerak yang sama," katanya.

Stellantis baru-baru ini menghadirkan kembali mesin Hemi V8 5,7 liter yang telah lama digunakan pada Ram 1500. Langkah itu menurut beberapa analis dapat membantu menstabilkan keandalan.

Baca juga: 1.028 unit Jaecoo J7 model tahun 2025 di Australia ditarik kembali

Baca juga: Lexus LX 2025-2026 di Australia ditarik lagi karena masalah transmisi

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |