SPPG MBG Mataram punya layanan pengaduan online lewat telepon 127

11 hours ago 1
Silakan masyarakat baik itu siswa, orang tua, sekolah, maupun publik, bisa melaporkan berbagai masalah di lapangan terkait MBG,

Mataram (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Mataram, Provinsi Nus Tenggara Barat (NTB), miliki layanan pengaduan Sahabat Sagi yang melayani secara online melalui telepon 127, untuk mengawal kualitas, transparansi, dan efektivitas program.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Mataram Hermawan Riadi di Mataram, Kamis, mengatakan layanan tersebut terbuka untuk publik dan berada pada saluran bebas pulsa, karena menjadi hotline resmi Badan Gizi Nasional (BGN) yang beroperasi 24 jam.

"Silakan masyarakat baik itu siswa, orang tua, sekolah, maupun publik, bisa melaporkan berbagai masalah di lapangan terkait MBG," katanya usai menghadiri rapat koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.

Baca juga: Dinkes diharapkan MBG jadi strategi nyata turunkan stunting

Melalui layanan tersebut, lanjutnya, masyarakat bisa melaporkan masalah, seperti dugaan keracunan, keluhan menu, kebersihan, distribusi, atau memberi masukan dan lainnya.

Dengan demikian, kata dia, pemerintah melalui SPPG dapat segera menindaklanjuti, memperbaiki, dan memastikan program berjalan tepat sasaran, mencukupi gizi anak-anak, serta untuk mencegah stunting.

"Karena itu masyarakat yang melapor melalui layanan online tersebut akan mendapatkan respons cepat," katanya.

Baca juga: Sejumlah sekolah di Mataram awasi ketat pelaksanaan MBG

Menurutnya, laporan masyarakat tersebut menjadi acuan untuk evaluasi terhadap keberadaan SPPG atau dapur MBG yang ada dan Tata Kelola Wilayah Sekitar (Tawas) akan melakukan pengecekan secara riil sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Jika terbukti tidak sesuai SOP, maka Tawas bisa mengeluarkan surat pemberhentian sampai jenjang waktu yang tidak ditentukan," katanya.

Menurutnya, jumlah dapur MBG saat ini di Kota Mataram sebanyak 49 dapur dan akan segera bertambah tiga dapur lagi sehingga menjadi 52 dapur. "Jumlah itu masih kurang dari kebutuhan yakni sekitar 75 dapur," kata Hemawan Riadi.

Baca juga: BGN: Pengangkatan PPPK MBG tak untuk seluruh pegawai-relawan di SPPG

Pewarta: Nirkomala
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |