Spotify kenalkan label "AI Persona", tak bakal masuk rekomendasi

4 hours ago 8

Jakarta (ANTARA) - Platform audio streaming, Spotify, mengumumkan bakal memberi label khusus untuk kreator di platformnya yang dihasilkan oleh kecerdasan artifisial (AI) dengan label profil "AI Persona".

Konten-konten yang dihasilkan oleh kreator berlabel "AI Persona" itu nantinya tidak akan dimasukkan ke dalam daftar putar pengguna secara algoritmik maupun pada rekomendasi editorial.

Dilaporkan TechCrunch, Selasa (11/8) waktu setempat, pengaturan ini bakal mulai berlaku pada pertengahan September 2026 dan label "AI Persona" akan terlihat pada profil kreator yang identitas sepenuhnya dihasilkan AI bukan mewakili manusia sebenarnya.

Meskipun Spotify bakal mengizinkan kreator untuk mengidentifikasi diri mereka sebagai AI Persona atau bukan, Spotify dalam memastikan kreator itu AI atau bukan tidak hanya akan bergantung pada pengungkapan diri dari kreator saja.

Perusahaan menjanjikan sistem peninjauan profil dengan mengidentifikasi profil yang nama maupun citranya tampak mewakili identitas fotorealistik buatan AI.

Baca juga: Spotify sudah punya 300 juta pelanggan Premium

Spotify bakal memulai peninjauan profil ini untuk profil-profil yang telah memenuhi ambang batas audiens yang telah ditentukan sehingga mereka bisa memastikan identitas untuk kreator-kreator dengan jumlah pendengar yang lebih banyak itu AI atau bukan.

Nantinya setelah semua proses selesai, profil yang teridentifikasi AI bakal diberi lencana khusus bertulisan "AI Persona" dan itu bakal muncul di bagian profil banner, about, search, dan di baris lagu di seluruh playlist.

Secara otomatis, Spotify tidak bakal menyertakan profil "AI Persona" di dalam rekomendasi editorialnya maupun secara algoritmik.

Lagu-lagu dari kreator AI juga tidak akan ditambahkan untuk daftar rekomendasi yang personalisasi untuk pengguna kecuali jika pengguna memang sudah mengikuti kreator dengan label "AI Persona" itu.

Hanya pengguna yang dapat memilih untuk mengikuti kreator "AI Persona" sehingga ini menjadi sinyal eksplisit bahwa dirinya memang sengaja dan memilih mendengar lebih banyak musik dari orang atau grup tersebut.

Pemberian label ini menjadi langkah Spotify memperluas kebijakan terkait AI di layanannya.

Pertama kali kebijakan AI Spotify diumumkan pada September 2025 dan kebijakannya adalah melarang klon suara AI serta deepfake yang tidak sah di platformnya.

Baca juga: Spotify rilis Running Mode untuk "playlist" sesuai tempo lari

Mereka juga berupaya mengidentifikasi dan memberi label musik buatan AI menggunakan teknik standar industri.

Meski begitu, mereka tidak anti memanfaatkan AI dalam layanannya karena beberapa inovasi AI mereka hadirkan lewat fitur prompted playlist bernama DJ AI, hingga fitur remix AI yang tengah disiapkan oleh perusahaan.

Spotify menyatakan bahwa para kreator dapat mengajukan banding atas label "AI Persona" jika mereka merasa label tersebut diterapkan secara tidak tepat.

Perusahaan menegaskan bahwa label "AI Persona" tidak digunakan untuk menilai musiknya tapi merupakan penilaian terhadap profil artis.

“Meskipun terdapat spektrum yang luas dalam bagaimana para seniman menggunakan AI sebagai alat kreatif, pertanyaan apakah sebuah profil mewakili manusia sebenarnya adalah salah satu hal yang dapat dibantu Spotify untuk memberikan penentuan yang jelas," demikian bunyi pernyataan Spotify.

Bagi kreator yang ingin mengungkapkan identitasnya sendiri, mereka dapat melakukannya mulai 11 Agustus 2026 melalui Spotify for Artist.

Baca juga: Album debut CORTIS telah melampaui 600 juta streaming di Spotify

Baca juga: Menekraf: Platform streaming perluas pasar global musik Indonesia

Baca juga: Gandeng Bookshop, Spotify hadirkan fitur pembelian buku fisik

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |