Jakarta (ANTARA) - Siloam International Hospitals bersama Roche Diagnostics Indonesia meluncurkan layanan pemeriksaan biomarker darah pTau 181 Plasma di Indonesia untuk mendukung transformasi deteksi dan penegakan diagnosis dini penyakit Alzheimer dengan invasi yang lebih minim.
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals dr. Grace Frelita mengatakan, langkah inovatif ini hadir saat Indonesia tengah memasuki era populasi penduduk yang menua (aging population), di mana populasi lansia Indonesia telah melebihi 10 persen. Terkait hal itu, risiko kasus demensia diperkirakan akan terus meningkat.
"Terobosan medis ini juga ditujukan untuk mematahkan mitos bahwa pikun berat adalah proses penuaan normal, sekaligus menegaskan pentingnya penanganan medis sejak dini," katanya.
Menurut Grace, seiring Indonesia memasuki era populasi penduduk yang menua, kebutuhan terhadap deteksi dan penanganan gangguan kognitif yang tepat menjadi semakin penting. Oleh sebab itu, inovasi harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi pasien dan mendukung dokter melalui informasi klinis yang lebih komprehensif untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasien secara lebih tepat.
Dengan pemahaman yang lebih dini dan komprehensif mengenai kondisi pasien, kami berharap pemeriksaan ini dapat membantu menghadirkan kejelasan dan keyakinan dalam menentukan langkah penanganan yang tepat bersama dokter,” tutur Grace
Sementara itu, Director at Diagnostics Division PT Roche Indonesia Lee Poh Seng mengatakan, inovasi diagnostik adalah kunci utama untuk mentransformasi alur perawatan pasien.
"Tes pTau 181 Plasma dirancang untuk membantu para dokter dan spesialis neurologi dalam melakukan evaluasi awal penyakit Alzheimer secara lebih efisien," ujarnya.
Sinergi dengan Siloam International Hospitals memastikan teknologi berstandar global ini dapat diakses oleh masyarakat luas di Indonesia, guna mempercepat kepastian bagi tenaga medis dan keluarga.
Secara klinis, kadar protein phosphorylated tau 181 (pTau 181) dalam plasma darah terbukti berkorelasi kuat dengan pembentukan plak amyloid di otak yang merupakan indikator utama penyakit Alzheimer.
Menurutnya, kehadiran tes pTau 181 Plasma membawa angin segar bagi alur penanganan medis, sebab prosedur ini bersifat minim invasif sehingga pasien cukup menjalani pengambilan sampel darah rutin tanpa melalui prosedur yang menyakitkan.
Selama ini, proses diagnosis Alzheimer umumnya mengandalkan uji klinis yang membutuhkan waktu serta pemeriksaan lanjutan yang terbilang invasif dan mahal, seperti lumbar puncture (pengambilan cairan otak/CSF) atau PET Scan.
Melalui momentum Hari Alzheimer Sedunia ini, Siloam International Hospitals dan Roche Diagnostics Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatan otak keluarga dan tidak menganggap pikun sebagai hal yang wajar.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: A Rauf Andar Adipati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































