Jakarta (ANTARA) - Akademisi Universitas Esa Unggul Iswadi menilai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani layak masuk jajaran menteri dengan kinerja terbaik berdasarkan asesmen IndexPolitica Indonesia.
"Pak Rosan menunjukkan kinerja yang berorientasi pada hasil. Capaian investasi, penciptaan lapangan kerja serta penguatan hilirisasi merupakan indikator konkret yang menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan memberikan dampak terhadap perekonomian," ujar Iswadi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan asesmen kinerja menteri Kabinet Merah Putih yang dirilis IndexPolitica Indonesia, Rosan menempati peringkat kedua dari 10 menteri dengan kinerja terbaik dengan skor 89.
Rosan berada di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memperoleh skor 91 dalam asesmen tersebut.
Iswadi mengatakan hasil asesmen itu menunjukkan bahwa kinerja kementerian tidak semata-mata dapat diukur dari popularitas atau intensitas pemberitaan media, tetapi juga dari capaian konkret yang berdampak terhadap perekonomian nasional.
Baca juga: IndexPolitica: Mentan Amran raih kinerja terbaik di Kabinet
Menurut dia, hasil penilaian IndexPolitica menarik karena menggunakan pendekatan berbasis bukti sehingga capaian kementerian menjadi salah satu aspek penting dalam mengukur keberhasilan seorang menteri.
IndexPolitica melakukan evaluasi dengan pendekatan evidence-based government performance evaluation melalui metode multi-criteria decision analysis (MCDA).
Penilaian dilakukan berdasarkan enam dimensi dengan total bobot 100 persen, yakni keluaran kebijakan sebesar 20 persen, hasil kebijakan 25 persen, efektivitas pelaksanaan 20 persen, dampak publik dan ekonomi 15 persen, inovasi kebijakan 10 persen, serta koordinasi antarpemerintah 10 persen.
Iswadi mengatakan dimensi hasil kebijakan memperoleh bobot terbesar, yakni 25 persen, karena mengukur perubahan atau hasil substantif sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah.
"Pendekatan seperti ini penting karena masyarakat pada akhirnya ingin melihat hasil dari sebuah kebijakan. Bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, tetapi sejauh mana kebijakan tersebut mampu menciptakan perubahan yang terukur," ucapnya.
Baca juga: Tanggapi elektabilitas tinggi, Purbaya: Saya tidak tertarik politik
Ia menilai capaian sektor investasi menjadi salah satu indikator yang relevan untuk melihat kinerja Rosan sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi konflik geopolitik, perang dagang, serta gangguan rantai pasok, realisasi investasi Indonesia pada 2025 tercatat mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Sementara itu, pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Iswadi mengatakan capaian tersebut menunjukkan kebijakan investasi tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.
"Ketika investasi tetap tumbuh dan diikuti penciptaan jutaan lapangan kerja, itu menunjukkan adanya dampak ekonomi yang nyata. Karena itu, capaian tersebut layak menjadi salah satu indikator dalam menilai kinerja Kementerian Investasi dan Hilirisasi," katanya.
Baca juga: Survei IndexPolitica: Gerindra raih elektabilitas tertingi
Selain Rosan, Iswadi menyoroti kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilainya berkaitan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada beras.
Kebijakan peningkatan produksi pangan, penguatan produktivitas pertanian, serta upaya menjaga ketersediaan beras menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Baca juga: Denny Charter: Gerindra berpeluang dapat kursi menteri saat reshuffle
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































