Jakarta (ANTARA) - Siloam International Hospitals bersama organisasi riset global ICON Clinical Research Limited (ICRL) menjalin kemitraan strategis untuk melakukan penelitian dan studi klinis di Indonesia agar sesuai dengan standar internasional.
Kemitraan strategis tersebut dilakukan melalui pengelolaan uji klinis dan riset medis untuk meningkatkan jumlah dan kompleksitas penelitian di Indonesia, serta meningkatkan kualitas dan efisiensi pelaksanaan uji klinis untuk mendukung inovasi medis berbasis bukti.
"Kemitraan ini tidak hanya memperkuat infrastruktur dan kapabilitas riset Siloam, tetapi juga memperluas jangkauan internasional kami. Melalui jaringan uji klinis yang lebih terstruktur, pasien di Indonesia akan mendapatkan akses lebih awal terhadap terapi inovatif dan pengobatan terkini," kata Chief Medical Officer of Siloam International Hospitals Grace Frelita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Saat ini Indonesia masih kurang terwakili dalam riset klinis global, hanya mencakup dua dari 894 (0,48 persen) uji klinis onkologi fase 2 dan 3 yang disponsori industri di Asia, menunjukkan terbatasnya akses terhadap inovasi tahap lanjut. Meski aktivitas riset terus berkembang, dengan tercatat 66 uji klinis pada tahun 2024, perluasan partisipasi dalam studi global berkualitas tinggi tetap menjadi hal krusial.
Siloam, dengan infrastruktur modern, tenaga medis profesional, dan volume pasien yang tinggi, memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra penelitian klinis yang kompetitif secara global. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam visi jangka panjang Siloam untuk memperkuat ekosistem riset kesehatan serta memperluas akses masyarakat terhadap terapi dan pengobatan terbaru.
Baca juga: MRCCC Siloam dan Roche perkuat akses terapi dan riset kanker payudara
"Kami bangga dapat menjalin kemitraan strategis ini dengan Siloam International Hospitals, jaringan rumah sakit swasta terbesar dan terkemuka di Indonesia. Indonesia memiliki potensi besar dalam penelitian dan pengembangan klinis," kata Vice President and TA Head, APAC Project Delivery ICON Suhail Ali.
Ali melanjutkan, dengan keunggulan klinis yang dimiliki Siloam, infrastruktur yang terus berkembang, serta reputasi profesional yang kuat, kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan terapi transformatif dan meningkatkan akses masyarakat terhadap penelitian berkualitas tinggi.
Kedua institusi juga akan bekerja sama untuk mengoptimalkan operasional studi, mempercepat tahap awal (start-up), serta memastikan komunikasi yang konsisten untuk menjaga kualitas, efisiensi, dan integritas dalam pelaksanaan penelitian.
Kolaborasi ini akan berfokus pada peningkatan keunggulan operasional klinis, penguatan kepatuhan regulasi, peningkatan kualitas data, pemanfaatan teknologi, serta pemilihan lokasi penelitian yang strategis untuk mendukung uji klinis yang efektif dan kompetitif.
Baca juga: Siloam tekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran ilmu dunia medis
Kemitraan ini juga diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat penelitian klinis regional melalui proses yang lebih efisien, standar operasional yang sejalan, serta meningkatnya kepercayaan dari dunia internasional.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































