Senin, Putin jamu Prabowo di Moskow bahas kemitraan strategis

6 hours ago 2

Moscow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan pada Senin (13/4) dengan Presiden RI Prabowo Subianto, yang akan melakukan kunjungan kerja ke Moskow, menurut pernyataan Kremlin pada Minggu.

"Pada 13 April, Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan di Moskow dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang akan melakukan kunjungan kerja ke negara kami," bunyi pernyataan tersebut.

Kremlin menambahkan bahwa kedua pemimpin akan membahas kondisi terkini kemitraan strategis Rusia-Indonesia serta prospek untuk memperdalam kerja sama tersebut. Kedua presiden itu juga akan membahas berbagai isu internasional dan regional yang sedang berkembang.

Baca juga: Rusia siap perkuat kerja sama AL lewat kedatangan kapal tempur

Lawatan Presiden Prabowo ke Rusia itu akan menjadi yang ketiga kalinya setelah kunjungannya ke Moskow pada 10 Desember 2025 dan ke Saint Petersburg pada 18–20 Juni 2025. Prabowo, semasa masih presiden terpilih, juga telah menemui Putin di Moskow pada Juli 2024.

Dalam kunjungan pertama dan kedua Presiden Prabowo, kerja sama dua negara pada sektor energi telah menjadi sorotan. Indonesia dan Rusia saat itu sepakat untuk bekerja sama di bidang energi baru dan terbarukan serta pengembangan teknologi nuklir.

Putin pun menyatakan kesiapan negaranya bekerja sama dengan Indonesia di bidang energi nuklir untuk tujuan damai.

Baca juga: Rusia dan Belarus siap kerja sama antariksa dengan Indonesia

Dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah perang pecah di kawasan negara-negara Teluk dan adanya blokade Selat Hormuz yang mengganggu distribusi minyak mentah dunia, Prabowo melawat ke beberapa negara, yaitu Jepang dan Korea Selatan, untuk mengantisipasi ancaman krisis minyak dunia yang bisa berimbas ke Indonesia.

Prabowo menekankan di tengah situasi geopolitik global yang bergejolak, Pemerintah Indonesia perlu aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya sektor energi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: RI dan Rusia perkuat kerja sama strategis pascateken FTA Eurasia

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |