POGI perkuat kolaborasi tingkatkan kesehatan ibu dan anak

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) memperkuat kolaborasi regional untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

Dalam hal ini, POGI mengambil langkah menjadi tuan rumah The Asia & Oceania Federation of Obstetrics & Gynaecology (AOFOG) Executive Board Meeting (EBM) dan Action Plan Meeting (APM) 2026, sebuah forum regional sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menghadapi isu kesehatan terutama perempuan.

Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH, FRANZCOG (Hons) dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Indonesia dan Asia.

Forum ini bentuk nyata kolaborasi antara POGI dan AOFOG untuk mendorong peningkatan kesehatan reproduksi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia secara keseluruhan.

“Tantangan seperti stunting, kematian ibu dan bayi, hingga kanker serviks bukanlah isu yang bisa diselesaikan secara mudah, dibutuhkan kolaborasi kuat antara organisasi profesi dan pemerintah,” ujar Prof. Budi.

Baca juga: POGI beri 500 vaksin HPV gratis guna lindungi perempuan dari kanker

Prof Budi menjelaskan kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program strategis POGI, yaitu SPRIN (Selamatkan PeRempuan INdonesia), sebuah gerakan nasional yang. berfokus pada penguatan edukasi, layanan, dan perlindungan kesehatan perempuan di setiap tahap kehidupan.

“Melalui forum ini, kami ingin meningkatkan awareness bahwa kesehatan perempuan tanggung jawab bersama. Kami juga mendorong penerapan evidence-based medicine dalam praktik klinis serta penyusunan rencana aksi yang konkret dan aplikatif di tingkat regional, dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan reproduksi,” tambah dia.

Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Dra. Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin menilai inisiatif POGI melalui SPRIN sebagai langkah progresif yang perlu diperkuat secara nasional.

SPRIN dinilainya sebagai gerakan nasional yang berperan penting dalam meningkatkan kesadaran publik dan edukasi kesehatan perempuan.

“Kegiatan kolaboratif seperti ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata, karena ketika kita mendidik perempuan, kita sesungguhnya sedang membangun bangsa (when we educate women, we educate a nation),” ungkap dia.

Baca juga: POGI canangkan gerakan Sprin dorong pemeriksaan dini kehamilan

Secretary General AOFOG, Dr. Rohana Haththotuwa juga menyampaikan apresiasinya terhadap POGI atas penyelenggaraan forum ini secara keseluruhan.

“Forum ini menjadi wadah penting bagi para ahli untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan klinis maupun kebijakan kesehatan di masing- masing negara. Kami juga akan terus mendukung inisiatif POGI, termasuk program SPRIN,” ujar dia.

Sebelumnya, forum regional itu diselenggarakan pada 10–12 April 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta, yang dihadiri oleh delegasi AOFOG, pengurus dan anggota, POGI, serta praktisi dan akademisi obstetri dan ginekologi dari berbagai negara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut juga diselenggarakan SPRIN Fun Walk pada Minggu (12/4) yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya kesehatan perempuan.

SPRIN Fun Walk sendiri dirancang sebagai aktivitas informal namun tetap berdampak. Selain mendorong gaya hidup sehat, kegiatan ini menjadi sarana interaksi antar peserta sekaligus media untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya kesehatan perempuan melalui kampanye SPRIN.

Baca juga: POGI bangun kolaborasi lewat Sprin guna tekan angka kematian ibu

Baca juga: POGI rekomendasikan vaksinasi HPV pada dua kelompok perempuan

Baca juga: POGI sebutkan 3 solusi atasi kedaruratan kesehatan ibu-anak di daerah

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |