Selat Hormuz ditutup, GCC desak DK PBB lindungi jalur maritim

4 weeks ago 21

Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Mohammed Al Budaiwi mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keamanan navigasi internasional, di tengah terhentinya pelayaran melalui Selat Hormuz.

"Kami menyerukan kepada Dewan Keamanan untuk bertanggungjawab penuh dan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi jalur maritim dan memastikan keberlanjutan navigasi internasional yang aman,” ujar Al Budaiwi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis.

Ia juga menyerukan kepada Dewan untuk memasukkan negara-negara Teluk dalam setiap diskusi atau perjanjian dengan Iran, guna memperkuat keamanan regional dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Blokade Selat Hormuz adalah buntut dari konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Selain melancarkan serangan balasan, Iran kini mengendalikan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar global itu.

Penutupan Selat Hormuz telah memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, hingga memicu kenaikan harga energi global.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Teheran: Selat Hormuz terbuka untuk dunia, tertutup untuk musuh Iran

Baca juga: Negara Teluk kaji proyek pipa energi untuk hindari Selat Hormuz

Baca juga: Prancis bantu Bahrain susun resolusi Selat Hormuz di DK PBB

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |