Sektor pendidikan jadi modal dasar peningkatan kualitas ekraf muda

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Project Manager Djarum Foundation Galuh Paskamagma mengatakan sektor pendidikan modal dasar untuk meningkatkan kualitas pelaku ekonomi kreatif muda dimulai dari pengajar di sekolah kejuruan perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Apa yang sebenarnya sebaiknya dilakukan dan diimplementasikan adalah peningkatan kualitas SDM, di sini, kita ngomongin di sektor pendidikan adalah guru dan kepala sekolah,” kata Galuh dalam diskusi di acara IP Expo 2026 di Jakarta, Kamis.

Galuh mengatakan memperbaiki kualitas pengajar atau guru di sekolah yang memiliki kurikulum kejuruan sangat penting untuk ditingkatkan karena bisa menghasilkan kualitas murid yang mumpuni dalam bekerja di industri nyata.

Baca juga: IP Expo jadi ajang kompetisi nyata yang beri nilai ekonomi

Guru perlu memiliki kemampuan dalam menyampaikan ilmu yang sesuai dengan industri melalui pelatihan skill mengajar.

Selain itu kepala sekolah sebagai pemimpin dalam sebuah institusi pendidikan juga perlu memiliki ketajaman bisnis agar siswa yang belajar di sekolah kejuruan dapat dengan mudah mendapatkan akses langsung ke industri yang sesuai kurikulum yang diterapkan.

“Kepala sekolah tuh harus punya ketajaman bisnis akan jurusan yang mereka ada di sekolah. Kayak misalkan industri animasi, kepala sekolah itu harus paham betul bagaimana bisnis animasi ini berjalan. Tujuannya, supaya mereka bisa menciptakan anak-anak dengan kompetensi seperti itu,” katanya.

Baca juga: Wamenekraf pacu festival jadi aset IP yang bisa bersaing di global

Galuh mengatakan penting juga sekolah kejuruan atau SMK memiliki kurikulum yang sama dengan keadaan industri saat ini dan kepala sekolah menyesuaikan dengan mempersiapkan infrastruktur pendukung yang bisa mengasah sisi kreatif siswa dan koneksi dengan industri untuk meningkatkan cara komunikasi siswa.

Ia mengatakan pentingnya pemerintah juga menyediakan program magang industri bagi tenaga pengajar sekolah kejuruan agar kompetensinya mumpuni untuk mencetak generasi baru di industri termasuk bidang ekonomi kreatif.

Galuh mengatakan salah satu sekolah yang menjadi percontohan adalah SMK Raden Umar Said (RUS) di Kudus, Jawa Tengah, yang menerapkan kurikulum tidak hanya teori tapi praktik mendalam di sektor industri khususnya ekonomi kreatif.

Baca juga: Bekraf bawa 10 IP ke Licensing Expo China

Dalam mencetak pelaku ekraf muda yang berkompeten, SMK RUS mendatangkan pelaku industri secara langsung sebagai mentor seperti illustrator Disney Woody Woodman dan Masami Obari pembuat animasi Gundam.

Dalam praktik nyatanya siswa SMK RUS telah melahirkan beragam produk IP yang telah dikenal secara nasional seperti animasi anak “WakaKibo”, “Amstring Your Heart”, dan “Pasoa dan Sang Pemberani”.

Baca juga: Kemenekraf dorong subsektor kriya tembus pasar global

Baca juga: Kemenekraf kirim empat start up ke Jepang untuk perluas akses pasar

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |